JELANG PERSIAPAN HAJI 2018, MASJIDIL HARAM SIAPKAN AREA KHUSUS UNTUK JEMAAH DISABILITAS

JIC – Jelang persiapan musim haji tahun 2018, Presidensi Umum Urusan Dua Mesjid Suci telah menyisihkan area khusus di Masjidil Haram. Tempat ini diperuntukan  untuk orang-orang dengan kebutuhan khusus yang mengunjungi masjid untuk melakukan sholat atau untuk ritual lainnya, termasuk haji dan umroh.

Ada tiga area doa yang ditunjuk untuk penyandang cacat. Satu untuk orang-orang tuna rungu, penyandang cacat visual dan orang-orang cacat fisik.

Sementara, orang-orang dengan cacat fisik akan diberikan akses ke area doa khusus sepanjang waktu selama seminggu. Sedangkan, area doa untuk orang-orang tuna rungu hanya akan disiapkan pada pagi hari hari Jumat.

Saat meresmikan proyek tersebut Kepala Kepresidenan, Sheikh Abdul Rahman Al-Sudais mengatakan bahwa inisiatif tersebut berada dalam upaya kepresidenan untuk membantu para tamunya melakukan ritual dan doa keagamaan. Tujuannya agar mereka beribadah dengan mudah dan nyaman.

“Kami peduli terhadap orang-orang dengan kebutuhan khusus. Kami bertekad untuk menyediakan semua hal  akan layanan yang diperlukan untuk memfasilitasi ibadah keagamaan mereka,” tutur Al-Sudais.

Seperti dilansir dari publikasi Saudi Gazette area sholat khusus untuk yang tertantang secara fisik terletak di King Fahd Expansion dan dapat diakses melalui Gerbang Gerbang No. 68. Area khusus untuk orang-orang dengan cedera pendengaran dapat diakses melalui King Fahd Gate atau Gate No. 93.

“Kami merancang area doa khusus untuk orang-orang tuna rungu setiap hari Jumat di dekat Gerbang 93 atau Gerbang Raja Fahd,” ujar Misfer Asiri, direktur pelayanan sosial di kepresidenan.

Pihaknya juga melayani para peziarah di daerah dengan air Zamzam dan makanan. Serta menyaring video pelajaran yang ditawarkan oleh para syekh di dalam Masjidil Haram serta fatwa yang dikeluarkan oleh mereka.

Penerjemah bahasa untuk menafsirkan khotbah Jum’at kepada orang-orang yang memiliki masalah pendengaran kami sediakan. Dia juga menerjemahkan pertanyaan dari orang-orang tuna rungu untuk para syekh dan jawaban yang diberikan oleh mereka. Hal ini terjadi setiap hari Jumat setelah shalat Jumat.

“Kepresidenan mencetak dan mendistribusikan ratusan ribu kartu dengan tanda dan simbol untuk orang non-Arab dengan gangguan pendengaran,” tutur Asiri

Dia juga menyatakan kartu-kartu tersebut ditujukan  membantu orang-orang yang memiliki kendala fisik untuk sampai ke gerbang atau tempat manapun di dalam Masjidil Haram.

“Kartu-kartu itu diserahkan ke gerbang Masjidil Haram dan di semua titik masuk, termasuk bandara, pelabuhan laut dan penyeberangan darat. Kami juga berencana menambah tujuh bahasa lagi di masa mendatang. Kami juga menerbitkan buku tentang agama berhuruf Braille untuk tuna netra,” tambahnya.

Sementara, kursi roda listrik juga diberikan kepada penyandang cacat fisik untuk membantu melakukan ritual dengan mudah dan nyaman.

Baru-baru ini kepresidenan juga meluncurkan layanan elektronik baru untuk memberikan informasi terbaru kepada orang-orang yang menerima ganti rugi dan menjawab pertanyaan mereka mengenai masalah agama.

“Orang-orang dari luar negeri dapat menghubungi layanan ini, yang tersedia melalui bahasa isyarat untuk dijadikan sumber fatwa,” tandasnya.

Sumber : gomuslim.co.id

Write a Reply or Comment