JIC JADIKAN MUHARRAM SEBAGAI MOMENTUM MEMPERKUAT VISI JIC MEMBANGUN PERADABAN ISLAM

JIC – Muharram adalah bulan yang spesial bagi umat Islam, karena salah satu bulan haram. Bagi Jakarta Islamic Centre (JIC) tentu lebih special karena menjadi momentum terbaik menguatkan kerja-kerja peradaban yang merupakan visi besar JIC.

Pada Muharram 1441 Hijriyah ini,  Jakarta Islamic Centre, mengabadikan momentum hijrah melalui kegiatan diskusi islam aktual Ibukota. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Selasa, 17 September 2019 mengambil tema “Spirit Muharram untuk Kebangkitan Peradaban Islam di Indonesia dan Nusantara”.

Dalam sambutan pembukaan, Achmad Juhandi, Kepala Sekretariat PPPIJ,  menjelaskan tentang sejarah dan Visi Jakarta Islamic Centre sebagai Pusat Peradaban Islam.

“Visi JIC menjadi pusat peradaban Islam adalah sebuah visi besar tidak mungkin dikerjakan JIC sendiri. Ini adalah tanggung jawab bersama seluruh elemen umat Islam,” terang Achmad Juhandi.

Diskusi yang dilaksanakan di ruangan megah Auditorum Gedung Sosial Budaya ini menghadirkan empat orang pembicara yakni Prof. DR. HM. Baharun, SH, MH,  Prof. DR. H. Achmad Mubarak, MA, H. Hartono Limin dan H. Rakhmad Zailani Kiki dari Divisi Pengkajian dan Pendidikan JIC.

Pembicara pertama, Prof. Baharun banyak menjelaskan tentang proses hijrah Rasulullah saw dan ditutup dengan sebuah kesimpulan bahwa peradaban Islam yang harus diwujudkan adalah peradaban Islam Rahmatan lil alamin dengan mengedepankan kebersamaan yakni ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathoniyah dan ukhuwah basyariyah.

Prof. DR. Achmad Mubarak, guru besar UI dan UIN Syarif Hidayatullah selaku pembicara kedua menjelaskan tentang perbedaan antara budaya dan peradaban. Dimana dalam peradaban ada unsur kota atau kemajuan dalam aspek teknologi. Dimana Peradaban Islam pernah memimpin dunia selama 700 tahun di era Bani Abasiyah. Namun kini,  barat yang memimpin dunia.

Sementara itu, pembicara ketiga, Ketua Yayasan Amanah Kita, H. Hartono Limin memaparkan tentang kawasan miniatur 99 Masjid dunia di daerah Bogor.

Adapun pembicara terakhir, Rakhmad Zailani Kiki, atas nama JIC menyampaikan bahwa gagasan membangun peradaban Islam itu bagi JIC sudah ditetapkan dalam visinya menjadi Pusat Peradaban Islam, dan diimplementasikan salah satunya dalam kegiatan Pendidikan Kader Peradaban Islam (PKPI). Program ini adalah sebuah pendidikan untuk menambah wawasan dan mendidik kader peradaban Islam masa depan. Dan momentum Muharram ini tentunya sangat tepat untuk dijadikan jalan untuk memperkuat visi peradaban Islam JIC.

Jakarta Islamic Centre

Read Previous

MAU PASANG GOOGLE ADS, KINI KENA PPN 10 PERSEN! SIMAK PERUBAHANNYA

Read Next

JEJAK MUSLIM DI BULGARIA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

15 − five =