JIC MENYELENGGARAKAN DIKLAT OPTIMASI QALBU KERJA BAHAGIA

JIC – Divisi Diklat PPPIJ (Jakarta Islamic Centre) menyelenggarakan Diklat Optimasi Qalbu : Kerja Bahagia (12/10) di Ruang Audiovisual JIC. Peserta dari kegiatan Diklat ini ialah para pramu panti di lingkungan Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta yang terbagi dalam tiga Angkatan, yaitu: Angkatan Pertama, Kamis s.d Jumat, 12 s.d 13 Oktober 2017; Angkatan Kedua, Kamis s.d Jumat, 19 s.d 20 Oktober 2017; dan Angkatan Ketiga, 26 s.d 27 Oktober 2017.

H. Ahmad Juhandi,S.Ag Kepala Sekretariat PPPIJ Memberikan Sambutan Kepada Peserta Diklat Optimasi Qalbu

Diklat Optimasi Qalbu dirancang dan dilaksanakan oleh PPPIJ (Jakarta Islamic Centre) sejak tahun 2010. Pada awalnya, diklat ini diberi nama INLP (Islamic Neuro Linguistic Programming) yang pertama kali diperkenalkan melalui Training For Trainers (TFT)-nya diselenggarakan dari tanggal 28 s.d. 30 November 2010 di Cipayung, Bogor, Jawa Barat. Kemudian, namanya diubah menjadi Qalbu Linguistic Programming (QLP). Diklat pertama QLP bertajuk QLP for Human Capital Development yang diselenggarakan di hotel Grand Cempaka, Kamis 4 Oktober 2012 dengan peserta dari perusahaan-perusahaan swasta. Dari tahun 2012 s.d 2015, Diklat QLP terus diselenggarakan oleh PPPIJ (Jakarta Islamic Centre) dengan melatih para manajer dan karyawan-karyawan senior yang merupakan utusan-utusan perusahaan-perusahaan swasta di Jakarta seperti dari PT Indofood Sukses Makmur (Bogasari) Tbk, Bank BRI, DBS, Daihatsu, RS Pelabuhan, Taman Impian Jaya Ancol dan lain-lain. Selain untuk perusahaan, QLP juga untuk para guru dan pelajar.

Wakil Kepala Badan Manajemen PPPIJ, Drs. KH. Hudrin Hasbullah, MM Memberikan Sambutan Sekaligus Membuka Acara Diklat Optimasi Qalbu Secara Resmi

Pada tahun 2016, QLP diubah namanya menjadi Optimasi Qalbu (Diklat Optimasi Qalbu) karena adanya pematangan dan perluasan konsep dan materi, selain untuk lebih memudahkan orang mengenal diklat ini. Seperti QLP, Optimasi Qalbu juga bertumpu pada teori dan konsep bahwa sumber kecerdasan dan perubahan diri terletak di qalbu, bukan di otak. Segmen Optimasi Qalbu juga untuk para pekerja di perusahaan atau instansi, baik milik pemerintah maupun swasta dengan nama Diklat Optimasi Qalbu : Kerja Bahagia. Output dari Diklat Optimasi Qalbu : Kerja Bahagia adalah : Pertama, peserta memiliki makna dan semangat baru dalam bekerja; kedua, peserta memahami pentingnya bekerja bahagia (workafrolic), bukan gila kerja (workaholic); dan ketiga, Peserta menyadari pentingnya rasa memiliki (sense of belonging) terhadap perusahaan atau instansi tempatnya bekerja. (ZS)

Write a Reply or Comment