JIC MENYELENGGARAKAN WORKSHOP DAN TEMU VIRTUAL: PENTINGNYA INOVASI BISNIS

JIC – Divisi Pengembangan Bisnis bersama Komunitas Muslim Preneur Community Abdurrahman Bin Auf (MPC ABA) Jakarta Islamic Center (JIC) menyelenggarakan workshop dan temu virtual  bisnis para UMKM dengan tema menciptakan ‘Bisnis Baru di Era New Normal’ pada Jumat (25/7/2020) yang disiarkan langsung melalui radio JIC 107.7 FM.

Dipo Khairul, Ketua Pelaksana Workshop dan Temu Virtual  Bisnis Para UMKM

Dipo khairul selaku ketua panitia mengatakan, workshop ini perlu dilakukan untuk menghadapi era new normal karena para pebisnis harus mampu bersaing, yang mana saat ini sistem pemasaran tidak lagi harus melalui face to face melainkan online.

“Saat ini persaingan bisnis lebih kompetitif di era sekarang. Ada masa dimana pemasaran tidak harus lewat tatap langsung, barang dibawa ke pasar/toko, kemudian dititipkan. Sekarang cara menjualnya lewat online, Sehingga bisa menjangkaunya lebih luas,” terangnya.

Hadir sebagai narasumber, Owner Oemar Event Planner Ve Rizq dan Rizki Maulana selaku enterpreneur muda mengatakan, bahwa berbisnis di era new normal sekarang harus lebih inovatif. Jika tidak ada inovasi, dikhawatirkan bisnisnya akan tenggelam.

Owner Oemar Event Planner Ve Rizq

“Semisal dia usaha hansanitizer, ya tidak hanya itu saja yang dijual. Namun di dalam kemasan juga diceritakan mengenai historis produk tersebut. Jadi orang itu kalau memakai produk tersebut sambil berfikir bahwa dia telah menyelamatkan kesehatan dirinya dan sekelilingnya, dan jangan lupa sertakan juga kartu nama dan surat cinta untuk pelanggan,” terang Ve Oemar.

Rizki Maulana, Enterpreneur Muda

Sejalan dengan hal tersebut, Budi Bardjos selaku narasumber terakhir mengatakan, semua pihak mempunyai peran penting untuk memberikan pemahaman bagi pelaku UMKM agar melek teknologi. Bila perlu, pihaknya akan memberikan pelatihan agar pelaku UMKM bisa berinovasi mengikuti zaman.

Budi Bardjos, CEO PT Allera Karya Indonesia/Internet Marketer

“Peran penting bagi kita untuk selalu memberikan pemahaman ke mereka, bahwa ke depan yang namanya digital ekonomi harus mereka antisipasi. Minimal mereka harus paham memanfaatkan gadgetnya, misalnya pedagang sudah melalui masuk di dunia e-commerce, dan tak lupa optimalisasi medsos juga penting, sehingga bisnis tersebut masuk juga ke marketplace, kalau ada yang belum paham mengenai ini, kami akan lakukan pelatihan dan pendampingan berdagang melalui e-commerce,” imbuhnya. (DK)

Jakarta Islamic Centre

Read Previous

COVID-19: APA YANG DIMAKSUD DENGAN RESESI? APA DAMPAKNYA?

Read Next

KHUTBAH PERTAMA DI HAGIA SOPHIA PICU KONTROVERSI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

15 − 11 =