KABAR DUKA, H. MUHAMMAD HASAN BASRY TOKOH PEMERSATU MASJID TELAH BERPULANG

(Alm.) Drs. H. Muhammad Hasan Basry, MA Saat Menyampaikan Sambutan dan Arahan Dalam Acara Saibersisasi Masjid di Jakarta Islamic Centre

Innalillahi wa inna ilaihi rajiun

Telah  berpulang ke Rahmatullah, yaitu orang tua kami, sesepuh kami, ulama kami, Sekjen FORSIMAS, Drs. H. Muhammad Hasan Basry, MA meninggal pada hari Kamis, 2 November 2017 pukul 18.35 menjelang maghrib. Beliau tutup usia pada umur 85 tahun di kediamannya di Jl. Tgk Chik Di Lamnyong no. A4, Sektor Selatan, Kopelma Darussalam, Banda Aceh. Forum Silaturrahim Kemakmuran Masjid Se-Rantau (Forsimas) didirikan sejak tahun 2006 di Banda Aceh dengan penggagas Drs. H. Muhammad Hasan Basry, MA yang pada waktu itu menjabat sebagai Ketua Dewan Kemakmuran Masjid Aceh (DKMA) Banda Aceh.

Berikut ini Jejak dan Kiprahnya Dalam Dunia Dakwah

Mempersatukan masjid-masjid lebih dari 10 negara di Asia dan beberapa negara lainnya. Beliau lahir 1 Agustus 1932 di Gampong Kiran, Pidie Jaya, Provinsi Aceh. Meninggalkan 1 orang isteri, 5 orang anak, 2 laki-laki, 3 perempuan dan 9 cucu. Kiprah dakwah beliau dimulai saat mewakili Indonesia dalam Kongres Pemuda di New Delhi 1957. Selain itu, aktif berorganisasi yakni PII, HMI, Pengurus Al Jamiatul Washliyah.

Diantara ide cemerlangnya, beliau menggagas Yayasan Ummahat mendirikan Dewan Kemakmuran Masjid Aceh (DKMA). Selain itu, mendirikan Forum Silaturahmi Kemakmuran Masjid Serantau pada tahun 2005 yang kini beranggotakan 10 Negara ASEAN. Lalu, menggagas Program Dakwah Dai Perbatasan pada tahun 1990 dan saat ini dikelola oleh Dinas Syariat islam Aceh. Aktif di Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Provinsi Aceh dan Lembaga Majelis Adat Aceh (MAA).

(Alm) Drs. H. Muhammad Hasan Basry, MA pernah menjabat sebagai Kepala Pertama Pusat Penelitian IAIN Ar-Raniry, penggagas Pusat Studi Lingkungan Hidup IAIN Ar-Raniry dan Dekan ke-lima Fakultas Dakwah IAIN Ar-Raniry. Beliau juga menggalakkan kursus Bahasa Arab dan Inggris di Fakultas Dakwah IAIN Ar-Raniry, pernah aktif di Save The Children dan menjadi Direktur Pertama Bazis Aceh. Terlibat dalam Pembinaan dan Pelatihan ekonomi umat pertama di Aceh kemudian dikirim ke Jawa Barat.

Dalam menjalani kehidupannya, beliau menjadi inspirator bagi banyak kalangan Lintas Negara dan menjadi panutan generasi muda. Beliau dikenal sebagai orang yang penyayang, santun, penuh hormat, dan mempunyai visi masa depan bagi generasinya. Walaupun kondisi fisik beliau semakin lemah, namun pikiran beliau tidak pernah sedikitpun lemah memberikan kontribusi dan ide cemerlang, dalam tahun-tahun terakhir ini, beliau sangat aktif menjalin silaturahmi antar masjid serantau dan bercita-cita mempersaudarakan masjid-masjid sedunia.

Momen (Alm.) Drs. H. Muhammad Hasan Basry, MA Bersama Pengurus, Narasumber Acara Saiberisasi Masjid dan Pimpinan JIC,, Drs. KH. Ahmad Shodri, HM (Ketiga dari Kanan)

Keluarga Besar Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam Jakarta (JIC) mengucapkan Turut Berduka cita yang sedalam-dalamnya. Semoga Allah SWT mengampuni dosanya dan menerima segala amal ibadahnya. Untuk keluarga yang ditinggalkan semoga Allah SWT memberikan ketabahan, keikhlasan, dan kesabaran dalam menghadapi cobaan ini.

Write a Reply or Comment