KAPOLDA-IMBAU-WARGA-TIDAK-BERGEROMBOL-UNTUK-LIHAT-PEMOTONGAN-KURBAN

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana (kiri) usai meninjau penerapan protokol kesehatan di Pasar Baru, Senin (27/7/2020). (ANTARA/Livia Kristianti)

petugas-petugas akan disiagakan selain untuk menjaga keamanan selama ibadah berlangsung juga menjaga penerapan protokol kesehatan

Jakarta (ANTARA) – Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana mengimbau warga di wilayah hukum Polda Metro Jaya agar tidak  bergerombol  menyaksikan pemotongan hewan kurban yang akan berlangsung tanggal 31 Juli 2020 untuk mencegah tertular COVID-19.

“Saya rasa tidak harus berduyun-duyun (menyaksikan kurban), nanti kita akan menyiapkan anggota. Anggota inilah yang akan membagi-bagikan. Nanti kita tunjuk juga beberapa perwakilan dari masyarakat untuk membagikan dari orang ke orang di kelurahan itu,” kata Nana.

Baca juga: Penjualan daring picu pengurangan penampungan hewan kurban di Jakpus

Nana mengatakan pada saat Idul Adha 1441H akan menyiagakan petugas-petugas selain untuk menjaga keamanan selama ibadah berlangsung juga menjaga penerapan protokol kesehatan.

“Kita pasti memetakan mana masjid yang melaksanakan Idul Adha maupun tidak, kita tentu akan mengamankan, mengawal, dan tetap kami imbau agar masyarakat menerapkan physical distancing,” ujar Nana.

Lebih lanjut Nana memastikan protokol kesehatan harus diterapkan selama Ibadah Idul Adha berlangsung.

Baca juga: Jakarta Pusat miliki 37 titik penampungan hewan kurban

“Iya pasti kita pantau (protokol kesehatan). Kita tetap ingatkan untuk tetap lakukan protokol kesehatan. Dari awal pun tidak hanya pada saat Idul Adha, kita konsisten, kita masif untuk memastikan protokol kesehatan,” ujar Nana.

Seperti diketahui, perayaan Idul Adha 1441H dirayakan bertepatan dengan kondisi pandemi COVID-19 di Ibu Kota.

Meski demikian, penyediaan hewan kurban tetap diperbolehkan di tengah pandemi virus asal Wuhan itu.

Penjual atau pengelola tempat penampungan hewan kurban diwajibkan mengisi Corona Likelihood Metric (CLM) yang merupakan aplikasi pengujian atau screening mandiri untuk mengetahui risiko COVID-19 dari seseorang.

Selain itu, pengelola tempat penampungan hewan kurban harus menyediakan penunjang protokol kesehatan mulai dari alat ukur suhu tubuh, alat cuci tangan, hingga memakai masker saat berjualan.

Sumber : Antaranews.com

Jakarta Islamic Centre

Read Previous

KHUTBAH PERTAMA DI HAGIA SOPHIA PICU KONTROVERSI

Read Next

WAMENAG-PENYEMBELIHAN-KURBAN-AGAR-SESUAIKAN-AKB-COVID-19

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four × two =