KEAGAMAAN DI ERA ZAMAN NOW, INI KATA HABIBURRAHMAN

JIC, JAKARTA — Akhir-akhir ini, di media sosial lagi populer istilah ‘kids zaman now’. Sebutan ini merupakan penggabungan kata bahasa inggris dan bahasa indonesia yang dapat diartikan sebagai kelakuan anak zaman sekarang. Istilah tersebut semakin hari semakin menjadi sorotan publik.

Kelakuan anak-anak atau remaja zaman sekarang memang unik dan berbeda. Ini yang terkadang membuat kita tertawa dan sampai-sampai bisa membuat kita geleng-geleng kepala karena tingkah laku mereka. Anak-anak atau remeja zaman sekarang adalah mereka yang termasuk dalam generasi millenial.

Generasi ini memiliki karakteristik yang khas. Dilahirkan di jaman teknologi yang sudah berkembang. Perkembangan tersebut membuat orang berbenah mengikuti era modern ini. Salah satunya cara berdakwah oleh para kiai, ustad, dan ulama.

Sastrawan dan budayawan Habiburrahman El Shirazy mengatakan, peranan orang tua menjadi landasan dasar mengenali keagamana kepada anaknya terutama generasi millenial. Pertama, untuk anak muda paling penting adalah peran keluarga dan orang tua. “Jadi, supaya mencintai nabi-nya, basic-nya adalah keluarga,” ujarnya, usai acara Tabligh Akbar di Masjid Bayt Alquran, Tangerang, Rabu (6/12).

Kemudian, peran lainnya yang penting didapatkan dari sekolah dan aktivitas lainnya. Langkah tersebut perlu dilakukan agar sejak dini anak ditanamkan nilai-nilai keagamanan.

Menurut Habiburrahman, sekolah pasti penting juga dan lebih luas lagi aktivitas terkait keagamaan dibikin fun dan membuat anak muda happy. “Bahwa Islam pada dasarnya mudah, membawa kabar gembira dan Islam itu amalkan dengan benar-benar membahagiakan,” ungkapnya.

Menurutnya, pada zaman sekarang serba terbuka termasuk dalam menyalurkan ceramah dan dakwah oleh para ulama, kiai, dan ustad. Ia menyarankan, para tokoh Islam bisa menggunakan sosial media untuk berdakwah dan berceramah.

Cara memegang anak muda jaman sekarang berbeda dengan zamam dahulu. Sekarang para kiai, ulama, ustad agar bisa masuk ke ruang anak muda. “Harus dakwah sesuai dengan kondisinya. Sekarang para ulama masuk ke media sosial,” ungkapnya.

Kendati demikian, para orang tua juga bisa jeli memperhatikan anaknya agar tidak salah jalan menuju keagamaan yang baik dan benar. “Zaman sekarang ini, terbuka. Sebenarnya, Rasulullah terbuka. Bisa melihat apa yang bisa dilihat Rasulullah dari perkataan, perbuatannya. Semua sangat detail dan menjadi teladan umat manusia, khususnya anak muda Muslim,” ucapnya.

Sumber ; republika.co.id

Write a Reply or Comment