KEGIATAN SPIRITUAL SELAMA RAMADAN PENGARUHI KESEHATAN OTAK

Ilustrasi. Kegiatan spiritual selama bulan Ramadan memengaruhi kesehatan otak. (REUTERS/Danish Siddiqui)
JIC, Jakarta,  — Selain bernilai ibadah, puasa juga memberikan manfaat yang baik untuk kesehatan tubuh, termasuk otak. Kegiatan spiritual selama bulan suci Ramadan dapat memengaruhi kesehatan otak.

“Yang unik bukan karena sekadar puasanya, tapi otak terprogram untuk melakukan sesuatu yang baik dan selalu diingatkan untuk lebih banyak aspek spiritual,” ujar ahli saraf, dr Yuda Turana kepada CNNIndonesia.com, beberapa waktu lalu.

Yuda menjelaskan, sebuah penelitian pada lansia mendapati aspek spiritual yang tinggi dapat memproteksi otak lebih baik. Kegiatan spiritual disebut mampu membuat otak lebih rileks dan tidak stres. Kondisi stres dapat memicu otak terkena gangguan kognitif atau penyakit otak seperti demensia Alzheimer.

“Saat seseorang melakukan kegiatan yang spiritualnya tinggi, itu bersifat protektif terhadap stres yang kita tahu merupakan faktor risiko gangguan kognitif,” tutur Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Atmajaya ini.

Oleh karena itu, Yuda menyarankan orang yang berpuasa untuk tidak hanya sekadar menahan haus dan lapar, tapi juga untuk meningkatkan spiritual karena dapat melindungi otak.

Puasa Menjaga Fungsi Kognitif

Selain kegiatan spiritual, Yuda juga menyoroti aspek asupan gizi saat bulan puasa yang memengaruhi kesehatan otak. Berpuasa dapat meregenerasi sel-sel otak dan mencegah datangnya berbagai penyakit kronis sekalipun.

Asupan karbohidrat yang menurun disebut mampu menjaga fungsi kognitif seseorang. Terlalu banyak asupan karbohidrat dapat membuat fungsi kognitif yang dijalankan oleh otak menurun.

Asupan karbohidrat yang rendah dan fungsi kognisi yang baik dapat mencegah penyakit kronis seperti diabetes.

(ptj/asr)

Write a Reply or Comment

4 × two =