KELAS BISNIS JIC : INILAH KIAT SUKSES BISNIS, MENGGALI POTENSI DIRI

Psikolog Nungki Suwardi (Kerudung Biru) Saat Tanya Jawab dengan Peserta

JIC – Muslim Preneur Class Abdurrahman bin Auf (MPC ABA) yang diselenggarakan oleh Divisi Pengembangan Bisnis Jakarta Islamic Centre (JIC) tiba pada pertemuan ke-4, hari Kamis (10/10) di Ruang Audiovisual. Mengundang narasumber Psikolog Nungki Suwardi, kelas bisnis MPC ABA berjalan aktif dan penuh antusias dari peserta. Seluruh peserta diajak mengenal karakter dan potensi diri untuk pengembangan bisnis yang akan digeluti.

“Dengan menggali dan melatih intuisi serta potensi diri menjadi poin penting bagi pengusaha sebab bisnis dimulai dari keyakinan diri.” Tegas Nungky

Membawa materi Graphology Business, Nungky menjelaskan ada beberapa faktor yang perlu dikenal agar bisa mencapai titik sukses dalam usaha yang akan dijalani. Faktor pertama adalah dengan mengenal diri sendiri melalui ciri-ciri fisik sederhana.

“Posisi jari tangan menentukan kecenderungan passion bisnis seseorang. Misalnya jari telunjuk, jari tengah, dan jari manis hampir memiliki tinggi yang sama maka pasti orang tersebut cenderung berbakat dalam melukis, merajut, mengaduk adonan dan pekerjaan lainnya yang membutuhkan detail lebih.” Jelas Nungky

Peserta Kelas Bisnis MPC ABA 2019

Faktor kedua dari ilmu Graphology dengan mengenal potensi diri adalah dari jenis tulisan dan tanda tangan. Jika tulisan dalam sebuah kertas terisi penuh sisi kiri saja dan sisi kanan kosong padahal masih bisa buat ditulis, maka orang tersebut perlu memikirkan lebih untuk masa depan. Jika sisi kiri penuh rata dan rapih maka orang tersebut merupakan orang yang disiplin, namun jika tulisan di sisi kanan penuh dan semakin mengecil maka orang tersebut memiliki sifat yang keras kepala.

“Dari hal tersebut, ketika sudah mulai mengenal diri, maka tentukan potensi apa yang akan dikembangkan. Jika ada sifat dominan yang buruk, maka perbaiki seiring waktu berjalannya bisnis tersebut.”

Ia menambahkan bahwa bisnis adalah soal keyakinan diri. Optimisme tercipta karena telah mengenal karakter dan passion atau bidang apa yang digemari untuk dikembangkan. Berangkat dari hal tersebut, bisnis juga dijalani secara tim atau berkelompok, sehingga setelah mengenal diri maka akan terpilih orang yang sesuai dengan minat dan bakat bisnis agar berkembang bersama-sama. (ZS)

Write a Reply or Comment

twenty + 12 =