KEMENAG MILIKI MODUL PAI BERBASIS RAHMATAN LIL ALAMIN

modul ini merupakan bentuk pembinaan maksimal kepada siswa sekolah.

JIC, JAKARTA – Kementerian Agama sejak 2015 telah meluncurkan modul Pembelajaran Agama Islam (PAI) berbasis rahmatan lil alamin (rahmat semesta alam). Modul ini berisi kerukunan antar umat beragama dan mengajarkan kerukunan dalam lingkungan dan masyarakat.

“Modul Islam sudah latih pada guru-guru dan moderanisasi agama juga sudah ada, modul ini untuk sekolah umum juga ada,” ungkap Direktur Pendidikan Agama Islam, Imam Safei kepada Republika.co.id, Kamis (17/5).

Diungkapnya, modul ini merupakan bentuk pembinaan maksimal kepada siswa sekolah untuk meningkatkan keimanan, ketakwaan, budi pekerti, dan akhlak mulia agar kelak menjadi orang bermanfaat.

photo

Infografis Perintah Berpuasa

Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Suyitno menambahkan modul ini merupakan bentuk metodologi efektif yang mampu menghadirkan agama Islam yang damai dan rahmatan lil alamin, yang menghargai perbedaan budaya dan agama, bisa memahami orang lain, dan bisa mengajarkan Islam sebagai solusi.

“Modul juga diberikan untuk penguatan guru ke seluruh tingkatan, guru diberikan bahan bagaimana menerapkan modul dengan benar,” ucapnya.

Melawan Kemiskinan

Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Muhammad Cholil Nafis mengungkap, perang yang benar-benar diinginkan dalam Islam adalah melawan kemiskinan, kebodohan, kemungkaran, dan keterbelakanganan. Semua permasalahan itu ada pada nafsu seseorang, seperti bagaimana perang melawan kemalasan menjadi rajin dan sebagainya.

Saat ini menurutnya, masyarakat bukan dalam masa peperangan, tetapi dalam masa aman. Terkait aksi terorisme, ia menegaskan hal itu bukan produk ajaran agama manapun. Ia menegaskan, terorisme adalah produk kesombongan, kecongkakan, rasa benar sendiri. Sehingga, pelakunya menganggap perbedaan harus dimusnahkan.

“Yang harus dimusnahkan, kan kekhufurannya dan kemaksiatannya. Lalu arahkan pada kebaikan, ujar dia.

Pria yang akrab disapa Kiai Cholil itu mengisahkan, Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa perang yang paling besar adalah perang melawan diri sendiri, bukan musuh. Sebab, hawa nafsu yang mengalahkan orang, tanpa diserang musuh.

“Oleh karena itu, jihad yang mengajak ke keburukan kita kalahkan, yang ajak maksiat kita tumbangkan. Ini adalah jihad yang paling besar bagi seluruh umat manusia, tutur dia.

 

Sumber : republika.co.id

Write a Reply or Comment

15 + twenty =