KEUTAMAAN BULAN RAJAB, BULAN YANG DIMULIAKAN ALLAH

JIC – Pada 25 Februari dalam kalender Masehi merupakan awal dimulainya bulan Rajab dalam kalender Hijriyah. Bulan Rajab merupakan bulan ketujuh dalam penanggalan Islam.

Kata ‘Rajab’ memiliki makna ‘keagungan atau mulia’. Bulan Rajab juga disebut dalam Alquran sebagai Asyhurul Hurum atau termasuk bulan-bulan yang dihormati. Karenanya, bulan Rajab perlu diagungkan karena adanya sejumlah keutamaan di dalamnya.

Lantas, apa saja keutamaan bulan Rajab? Bulan Rajab termasuk dalam bulan yang dimuliakan oleh Allah SWT. Hal demikian sebagaimana dinyatakan dalam Alquran Surah At-Taubah ayat 36, yang berbunyi, “Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah adalah 12 bulan, dalam ketetapan Allah pada waku Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan yang dimuliakan. Inilah agama yang lurus. Oleh sebab itu, janganlah kamu menganiaya dirimu sendiri di dalam bulan yang empat itu. Perangilah orang-orang musyrik semua sebagaimana mereka memerangi kamu semua. Ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertaqwa.”

Abdul Manan Bin Haji Muhammad Sobari dalam bukunya berjudul Keagungan Rajab dan Sya’ban menuliskan, ayat tersebut menerangkan ada empat bulan yang dimuliakan Allah, yakni Dzulqa’idah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Hal demikian seperti dijelaskan Nabi Muhammad SAW ketika haji wada (haji penghabisan) saat berkhutbah di hari Qurban.

Rasulullah SAW juga menegaskan soal kemuliaan bulan Rajab. Rasululah SAW bersabda, “Bulan Rajab adalah bulan Allah yang besar dan bulan kemuliaan. Di dalam bulan ini perang dengan orang kafir diharamkan. Rajab adalah bulan Allah, Sya’ban adalah bulanku, dan Ramadhan adalah bulan umatku.”

Keagungan bulan Rajab juga dilihat dari dilipatgandakannya kebaikan yang dilakukan di bulan ini. Disebutkan, bahwa orang yang berbuat kebaikan di bulan Rajab, pahalanya ditingkatkan menjadi 70 kali lipat. Sedangkan pada selain bulan haram (mulia), pahala dari amal yang diperbuat hanya 10 kali lipat.

Mengutip buku berjudul Mengenal Nama Bulan dalam Kalender Hijriyah karya Ida Fitri Shohibah, dalam sejarahnya, Rajab dimuliakan orang Arab dengan cara menyembelih anak unta pertama dari induknya. Pada bulan ini juga dilarang berperang dan pintu Ka’bah dibuka.

Tradisi ini juga dilakukan oleh orang-orang Islam kala itu. Namun, Rasulullah SAW kemudian menghapus tradisi demikian. Nabi SAW bersabda, “Tidak boleh menyelenggarakan Fara’ dan ‘Atirah.” (Durratun Nasihin 1:315).

Fara’ merupakan anak unta pertama dilahirkan. Kaum Jahiliyyah selain memotong kurban ‘Atirah, juga memotong kurban Fara’ dengan anggapan agar mendapat berkah.

Waktu pemotongannya kemudian dijadikan hari besar. Namun, Nabi  SAW menegaskan, tidak boleh menjadikan bulan sebagai hari besar dan jangan menjadikan hari sebagai hari besar. Kecuali, yang telah ditetapkan oleh Syara’, yaitu satu pekan jatuh pada hari Jumat dan dalam satu tahun jatuh pada hari raya Idul Fitri dan Idul Adha serta hari tasyriq (tanggal 11,12, dan 13 Dzulhijjah).

Bulan Rajab juga memiliki kedudukan penting dalam Islam. Sebab, di bulan ini terjadi peristiwa diangkatnya Nabi Muhammad sebagai Rasul Allah SWT ke langit atau disebut dengan peristiwa Isra’ Mi’raj. Para ulama berbeda pendapat tentang kapan terjadinya Isra’ Mi’raj ini.

Namun, sebagian besar ulama berpendapat peristiwa Isra’ Mi’raj ini terjadi pada tanggal 27 Rajab. Selain itu, bulan Rajab menjadi bulan di mana khalifah umat Islam yang keempat, Ali bin Abi Thalib lahir ke dunia.

Sumber : republika.co.id

Jakarta Islamic Centre

Read Previous

ARAB SAUDI LUNCURKAN LIGA SEPAK BOLA PEREMPUAN – DUA TAHUN SETELAH IZINKAN KAUM PEREMPUAN MASUK STADION

Read Next

PAHALA UNTUK ORANG YANG MEMBACA ALQURAN TERBATA-BATA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 + 12 =