KEUTAMAAN BULAN RAJAB DAN AMALAN-AMALANNYA

JIC – Tepat pada Jumat malam tanggal 12 Februari 2021 lalu, kita telah memasuki bulan Rajab menurut perhitungan kalender Hijriyah. Ketika memasuki bulan Rajab, biasanya orang mulai semangat untuk semakin giat beribadah. Mengingat bulan Rajab sendiri merupakan bulan ke-7 sekaligus bulan yang mengingatkan kita akan datangnya bulan Ramadhan.

Di samping itu, Bulan Rajab disebut-sebut sebagai bulan haram bersama dengan tiga bulan lainnya, yakni Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Muharram.

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman,

“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu.” (QS. At Taubah: 36).

Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,

“Setahun berputar sebagaimana keadaannya sejak Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu ada dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan haram (suci). Tiga bulannya berturut-turut yaitu Dzulqa’dah, Dzulhijjah dan Muharram. (Satu bulan lagi adalah) Rajab Mudhar yang terletak antara Jumadil (akhir) dan Sya’ban.” (HR. Al Bukhari dan Muslim).

Yang dimaksud bulan haram menurut Al Qodhi Abu Ya’la Rahimahullah memiliki dua makna. Pada bulan itu diharamkan berbagai pembunuhan. Orang-orang jahiliyyah pun meyakni demikian. Pada bulan itu larangan untuk melakukan perbuatan haram lebih ditekankan daripada bulan lainnya karena mulianya bulan itu. Demikian pula pada saat itu sangatlah baik untuk melakukan amalan ketaatan.

Lantas, amalan apa saja yang dianjurkan pada saat Bulan Rajab?

  1. Memperbanyak istighfar

Anjuran untuk memperbanyak istighfar di Bulan Rajab disebutkan dalam kitab Risalah ‘Amaliyah sebagai berikut.

“Barangsiapa memabaca (istighfar) pada Bulan Rajab, Bulan Sya;ban, dan Bulan Ramadhan dibaca pada tiap-tiap hari antara shalat Ashar dan Maghrib, maka Allah mewahyukan kepada dua Malaikat agar merobek buku catatan dosa dan kesalahannya semasa hidupnya. Adapun bacaan istighfarnya adalah:

اَسۡتَغۡفِرُ ﷲَ الۡعَظِيۡمَ الَّذِيۡ لَآاِلٰهَ اِلَّا هُوَ الۡحَيُّ الۡقَيُّوۡمُ غَفَّارُ الذُّنُوۡبِ وَسَتَّارُ الۡعُيُوۡبِ وَاَتُوۡبُ اِلَيۡهِ تَوۡبَۃَ عَبۡدِ ظَالِمِ لِنَفۡسِهِ لَايَمۡلِكُ ضَرًّا وَلَانَفۡعًا وَلَامَوۡتًا وَلَاحَيَاۃً وَلَانُشُوۡرًا

Ada juga yang menganjurkan untuk membaca istighfar sebanyak 70 kali pada pagi dan sore hari seraya mengangkat kedua tangan. Bacaan istighfarnya adalah.

اَللّٰهُمَّ اغۡفِرۡلِيۡ وَارۡحَمۡنِيۡ وَتُبۡ عَلَيَّ

  1. Membaca wirid

Melansir dari NU Online, Nabi Muhammad pernah bersabda, “Barang siapa yang mengucapkan kalimat سبحان الحي القيوم sebanyak 100 kali tiap hari pada sepuluh hari awal Rajab, mengucap سبحان الاحد الصمد sebanyak 100 kali tiap hari pada sepuluh hari kedua, dan mengucap سبحان الرؤف sebanyak 100 kali tiap hari pada sepuluh hari ketiga, maka tidak ada orang yang bisa menghitung pahalanya.”

  1. Memperbanyak doa Bulan Rajab

Diriwayatkan dari Sayyidina Anas bahwa Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika memasuki bulan Rajab berdoa:

اَللّٰهُمَّ بَارِكۡ لَنَا فِيۡ رَجَبَ وَشَعۡبَانَ وَبَلِّغۡنَا رَمَضَانَ

“Ya Allah berilah kami keberkahan di bulan Rajab dan Sya’ban dan sampaikan kami pada bulan Ramadan.”

  1. Puasa Rajab

Sebagian ulama mengatakan bahwa anjuran berpuasa di bulan Rajab tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah. Begitu pula dengan hadits yang menganjurkan untuk berpuasa di Bulan Rajab selama satu hari sama nilainya dengan berpuasa selama sebulan penuh. Menurut para ulama, hadits tersebut dinilai palsu dan riwayatnya lemah.

Walau demikian, melansir dari laman NU Online, Imam an-Nawawi berpendapat bahwa tidak ada larangan dan kesunnah khusus puasa di bulan Rajab. Hukumnya disamakan dengan puasa di bulan lainnya. Akan tetapi, hukum asal puasa adalah sunnah. Di dalam Sunnan Abu Dawud, disebutkan Rasulullah menganjurkan puasa di bulan haram (bulan-bulan terhormat). Sementara Rajab termasuk bulan haram.

Lebih lanjut hukum puada di bulan Rajab adalah sunnah. Pendapat ini berpatokan pada hukum asal puada itu sendiri yang boleh dilakukan kapan pun kecuali pada hari-hari yang diharamkan untuk berpuasa seperti hari raya Idul Fitri dan Idul Adha.

  1. Memperbanyak sedekah

Dalam sebuah hadits dijelaskan, “Barang siapa yang melonggarkan satu beban kehidupan sesama saudara mu’min di bulan Rajab, Allah akan membangunkan istana untuknya di surga Firdaus yang luasnya sejauh pandangan matanya. Karena itu muliakanlah bulan Rajab, pasti allah akan memuliaknmu dengan seribu kemuliaan.”

Dalam hadits lain disebutkan bahwa Rasulullah bersabda,

“Barang siapa bersedekah di bulan Rajab, maka Allah Subhanahu wa ta’ala akan menjauhkan dari api neraka sejauh jarak tempuh burung gagak yang terbang bebas dari sarangnya hingga mati karena tua.” Menurut sebagian pendapat, umur burung gagak dapat mencapai limaratus tahun.

Demikian beberapa amalan yang dianjurkan diperbanyak pada bulan Rajab. Pada dasarnya di bulan ini kita dianjurkan untuk memperbanyak ibadah dan sebisa mungkin menghindari maksiat.

Wallahu ‘alam.

Sumber : muslimahdaily.com

Jakarta Islamic Centre

Read Previous

DIANJURKAN SEDEKAH SUBUH?

Read Next

NASIHAT IBNU AL-UTSAIMIN TENTANG ISTIDRAJ

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

18 + 18 =