KHALWAS, SEKOLAH QUR’AN TRADISIONAL BANTU SUDAN BERANTAS BUTA HURUF

A khalwa, or Qur’anic school, at Wad Abu Salih, northeast of Khartoum. The students’ time is divided between study, which involves recitation and memorization, using wooden tablets prepared daily with different texts, and prayer. During prayer, the  head should properly be pressed to the earth, and the boy centre left rises with grains of sand still adhering to his forehead.
A khalwa, or Qur’anic school, at Wad Abu Salih, northeast of Khartoum. The students’ time is divided between study, which involves recitation and memorization, using wooden tablets prepared daily with different texts, and prayer. During prayer, the
head should properly be pressed to the earth, and the boy centre left rises with grains of sand still adhering to his forehead.

JIC – Sekolah Al Qur’an tradisional menarik ribuan santri dari seluruh pelosok Sudan untuk belajar Al Qur’an dan memperoleh ajaran agama.

Sekolah lokal ini dikenal dengan nama khalwas. Khalwas memainkan peran penting dalam pemberantasan buta huruf dan mempromosikan pendidikan agama di negara mayoritas muslim tersebut.

Khalwas terletak di provinsi Barat Sudan, Darfur. Sekolah ini mempunyai reputasi khusus bagi masyarakat Sudan.

Selain belajar al qur’an, para santri di sana juga belajar menghafal Quran, membaca dan menulis bahasa Arab serta mempelajari hukum fiqh islam.

Salah satu khalwas paling terkenal adalah khalwah dari al-Ihsan di al-Fashir. Sekolah ini terletak di ibukota Darfur Utara, dimana 30 santri telah berkumpul untuk mempelajari kitab suci Islam.

Di khalwah, biasanya santri menghabiskan waktu antara 2-4 tahun belajar Quran, bahasa Arab dan hukum Islam. Mereka juga diajarkan bagaimana melakukan sholat.

Para santri memulai hari mereka sekitar subuh, kemudian dilanjutkan dengan belajar sepanjang hari sampai malam.

Pada dini hari, mereka menuliskan sejumlah ayat-ayat Alquran pada papan kayu. Papan kayu tersebut mereka digunakan untuk menghafal, sebelum menyetorkan hafalan di depan kepala imam.

“Perang tidak memadamkan semangat belajar di Darfur,” ujar kepala imam khalwah, Sheikh Abdul-Rahman kepada Anadolu Agency, Selasa (27/4/16).

Sejak tahun 2003, Darfur telah menjadi tempat konflik antara pemerintah Sudan dan tiga gerakan pemberontak.

Pada tahun 2009, konflik Darfur semakin memanas saat Pengadilan Pidana Internasional mengeluarkan surat perintah penangkapan Presiden Sudan Omar al-Bashir atas tuduhan pasukan Sudan dan sekutu milisi melakukan kekejaman di wilayah sengketa.

Sumber ; iwm/islampos

Write a Reply or Comment

fourteen − three =