KOMINFO DUGA WARGA CARI ‘FULUS’ UNGGAH VIDEO HARINGGA

Pelaku penggeroyokan Haringga Sirila diamankan oleh kepolisian. (Foto: CNN Indonesia/Huyogo Simbolon)

JIC, Jakarta, — Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memandang para pengguna YouTube yang masih bandel menyebarkan video pengeroyokan suporter Persija Haringga Sirila oleh oknum suporter Persib tak lain demi mengejar jumlah viewer.

Plt Kepala Biro Humas Kemenkominfo RI Ferdinandus Setu mengatakan YouTube melalui program AdSense memang memberikan imbalan terkait jumlah viewer saluran penggunanya.  Oleh karena itu, pria yang akrab dipanggil Nando ini menduga netizen menyebarkan video karena alasan ekonomis, tapi ada kemungkinan juga untuk provokasi.

“Kami menduga ada yang berniat provokasi atau untuk kepentingan ekonomis. Artinya mereka mendapatkan clickbait, dari jumlah view. Artinya dia akan dapatkan sejumlah uang karena penonton mencapai jumlah tertentu,” ujar Nando di kantor Kominfo, Selasa (25/9).

Nando mengatakan 130 url telah diturunkan sejak Senin (24/9) malam. Akan tetapi, masih muncul url baru karena sebagian warganet kembali mengunggah ulang video yang memang sudah terlanjur diunduh dari berbagai media sosial.

“Kami sisir terus url di seluruh medsos. Ternyata tadi pagi ada url lain. Yang ternyata di-postingulang. Dia sudah simpan, unduh dari media sosial, atau ada dari kiriman Whatsapp,” ucapnya.

Nando mengatakan pihaknya akan melakukan pertemuan dengan YouTube untuk menanggulangi masih banyaknya netizen yang mengunggah video pengeroyokan demi mengejar jumlah viewer. Kominfo meminta agar YouTube juga melihat dari isi konten tidak hanya dari jumlah viewer untuk memberikan imbalan.

“Kominfo akan berusaha membahas ini saat pertemuan rutin dengan media platform agar lebih ketat menghitung click bait dan konten mana yang layak diberi imbalan,” ujar Nando.

Untuk mencegah video yang melanggar peraturan isi konten beredar, Kominfo menegaskan agar YouTube tidak memberikan imbalan pada video tersebut. Justru YouTube seharusnya memblokir saluran yang masih bandel menyebarkan video pengeroyokan suporter ini.

Nando mengatakan YouTube harus lebih keras untuk tidak mengakomodir akun yang bandel menyebarkan konten sensitif.

“Jangan sampai semua video dapat imbalan. Kami minta hanya video kreatif seperti musik atau video yang membuat penonton terhibur. Yang menyebarkan ini jangan diberi AdSense tapi diblokir akun tersebut agar tidak bisa posting,” tutur Nando.

Ia mengatakan kedepannya Youtube bisa diblokir Kominfo apabila tidak mampu memenuhi permintaan Kominfo.  “Kami juga akan lebih keras. Kami akan lakukan blokir yang menjadi pilihan akhir kalau mereka tidak bisa penuhi keinginan kita, ” ujar Nando. (jnp/evn)

Write a Reply or Comment

twelve + six =