KONDISI HABIBIE MULAI STABIL, KELUARGA BATASI KUNJUNGAN

Presiden ketiga Republik Indonesia BJ Habibie juga dikenal sebagai seorang teknokrat. (CNN Indonesia/Andry Novelino)

Jakarta, JIC –– Kondisi kesehatan Presiden RI ketiga, Burhanuddin Jusuf Habibie yang dirawat secara intensif di Rumah Sakit Pusat TNI Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta, pada Rabu dinihari sudah stabil.

“Kondisi bapak sudah stabil,” kata anak kedua Habibie, Thareq Kemal di Paviliun Kartika RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (11/9) dinihari seperti dilansir Antara.

Thareq yang keluar dari gedung Paviliun Kartika enggan berbicara banyak terkait kondisi kesehatan ayahnya tersebut. Thareq yang didampingi oleh keluarganya pun sambil berjalan berbicara tak banyak tentang kondisi kesehatan Habibie.

Sebelumnya Thareq meminta doa dari masyarakat Indonesia untuk kesembuhan ayahnya.

Ia belum dapat memberikan keterangan secara detail tentang kondisi kesehatan ayahnya. Namun, ia membenarkan sang ayah sudah bisa shalat dengan berbaring di atas ranjangnya.

“Iya. Saya tidak mau komen apa-apa,” katanya.

Ia berjanji akan menggelar konferensi pers bersama kakaknya, Ilham Akbar Habibie, untuk memberikan keterangan secara detail mengenai kondisi kesehatan Presiden ketiga RI tersebut.

“Nanti akan diumumkan secara resmi dan hanya saya dan kakak saya mungkin,” jelasnya.

Tak Banyak Info Kondisi Habibie, Keluarga Batasi KunjunganPutra Presiden ketiga RI BJ Habibie, Thareq Kemal memberikan keterangan pers terkait kondisi ayahnya di Paviliun RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, 10 September 2019. (CNN Indonesia/Andry Novelino)

Batasi Kunjungan

Sebelumnya, dalam jumpa pers pada Selasa (10/9) malam, Thareq yang merupakan putra bungsu Habibie mengatakan keluarga akan membatasi kunjungan besuk di RSPAD Gatot Soebroto.

Thareq mengatakan sang ayah masih memerlukan istirahat yang intensif. Keluarga, katanya, khawatir banyaknya kunjungan bakal memperlambat Habibie pulih dari sakit. Alasan itu pulalah, kata Thareq, yang membuat keluarga akhirnya memutuskan untuk merawat sang ayah di ruang Cerebro Intensive Care Unit (CICU).

“Kami ungsikan ke rumah sakit untuk benar-benar beristirahat. Karena kalau di rumah siapapun pasti akan datang menjenguk. Sedangkan menjenguk itu membuat Bapak beraktivitas lagi,” kata Thareq Kemal dalam konferensi pers di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Selasa (10/9).

“Nah tidak bisa ada waktu untuk beliau istirahat. Sedangkan beliau …. Mohon benar-benar dimengerti, kecuali kondisi terpenting. Mohon doanya saja,” tambah dia lagi.

Menurut Thareq, orang-orang yang menjenguk pun dibatasi. Dia menerangkan tidak semua yang membesuk bisa melihat langsung kondisi sang ayah. Termasuk anggota keluarga.

“Makanya ditaruh di CICU agar benar-benar istirahat, sesuai peraturan hanya orang sangat terbatas yang boleh jenguk. Keponakan tidak semua. Hanya anak, cucu, adik-kakak Bapak saya atau adik-kakak almarhum ibu,” ujar Thareq.

Ia menuturkan, kalaupun mengizinkan setidaknya hanya seorang atau maksimal dua orang penjenguk yang diperbolehkan masuk. Kendati ia sempat mengeluhkan sulitnya pengunjung di Indonesia mematuhi aturan pembatasan tersebut.

“Harus [dibatasi], karena peraturan rumah sakit juga adalah ini CICU. Di luar negeri saja kalau kita ke Singapura kita kok taat pada peraturan, kenapa di sini tidak? Peraturan CICU adalah biarpun keluarga, yang boleh berkunjung itu sangat terbatas,” ujar Thareq.

Ia lantas mengatakan, secanggih apapun perawatan medis jika istirahat sang ayah tak cukup maka akan menihilkan hasil.

Sampai saat ini, menurut Thareq pihak keluarga memilih tetap akan merawat Habibie di Indonesia. Ia mengatakan puas dengan penanganan dan pelayanan kesehatan di RSPAD Gatot Soebroto.

“Tim dokter sini cukup bagus. Kenapa harus dibawa ke Jerman? Lagi pula sebagai orangtua yang sakit, kalau dibawa jauh terbang ke Jerman dalam keadaan begini lebih bahaya.”

Akibat kondisi kesehatannya Habibie dilarikan keluarga ke rumah sakit oleh keluarga pada Minggu (8/9). Sekretaris pribadi Habibie, Rubijanto, menuturkan Habibie saat ini tengah menjalani perawatan intensif oleh Tim Dokter Kepresidenan (TDK) di rumah sakit tersebut.

(Antara, ika/kid)

Write a Reply or Comment

seven + 16 =