MADINAH JADI TUJUAN HIJRAH RASULULLAH, INI SEBABNYA

JIC – Di banyak literatur sejarah Islam, disebutkan Rasulullah menjalankan hijrah dengan keluar dari Mekkah. Kota yang dituju adalah Yatsrib.

Setiba di Yatsrib, Rasulullah segera membangun kota itu. Termasuk pula mengubah namanya menjadi ‘Madinah Al Munawwaroh’ yang berarti ‘Kota yang Bercahaya’.

Dalam hadis riwayat Imam Bukhari dijelaskan Rasulullah pernah bermimpi hijrah dari Mekah ke daerah yang banyak pohon kurmanya. Rasulullah sempat mengira daerah itu adalah Yamamah atau Hajar.

Dugaan Rasulullah ternyata keliru, Allah memerintahkan Rasulullah untuk hijrah menuju sebuah daerah yang dikenal dengan nama Yatsrib.

Lantas, apa yang menjadi sebab Yatsrib yang kemudian dikenal dengan Madinah dipilih menjadi tujuan hijrah Rasulullah?

Penduduk yang Ramah dan Berpengalaman dalam Perang

Pakar tafsir Alquran, Dr Quraish Shihab, membahas hal ini dalam bukunya berjudul Membaca Sirah Nabi Muhammad dalam Sorotan Alquran dan Hadits-hadits Shahih. Quraish menyebutkan ada empat sebab mendasar dipilihnya Madinah.

Sebab pertama, Madinah lama dihuni oleh suku yang terkenal dengan sikap ramahnya yaitu Aus dan Khazraj. Dua suku ini berasal dari Yaman yang penduduknya memiliki budi pekerti yang halus dan berperasaan lembut.

Rasulullah SAW bersabda kepada para sahabat ketika dikunjungi rombongan dari Yaman, “Penduduk Yaman datang kepadamu. Mereka itu lembut hati dan halus perasaan.”

Sebab ke dua, masyarakat Madinah punya pengalaman berperang yang banyak. Meski berperasaan halus, Suku Aus dan Khazraj serta masyarakat Yahudi setempat tidak pernah bisa damai dan sering terlibat peperangan.

Sebelum kedatangan Rasulullah, sedikitnya ada 10 perang besar antar suku di Madinah. Mulai dari Perang Samir dan berakhir dengan Perang Bu’ats.

Setiba Rasulullah di sana, para penduduk Madinah memutuskan berdamai. Mereka tidak lagi mau berperang. Pengalaman perang inilah yang menjadi bekal bagi penyebaran ajaran Islam.

Posisi yang Strategis

Sebab ke tiga, ikatan darah antara Rasulullah dengan penduduk Madinah. Ketika masih kecil, Rasulullah pernah diajak ibunda Aminah pergi ke Madinah untuk berziarah ke makam ayahanda Abdullah bin Abdul Mutholib. Juga diajak berkunjung Bani Najjar yang merupakan keluarga besar Rasulullah di Madinah.

Sedangkan sebab ke empat, letak Madinah yang sangat strategis. Sisi timur dan barat Madinah adalah kawasan perbukitan terjal dengan batuan yang keras. Kondisi ini membuat musuh sulit masuk.

Hanya sisi utara Madinah yang terbuka. Kondisi inilah yang membuat Salman Al Farisi mengusulkan pembangunan parit dalam Perang Khandaq untuk mencegah musuh agar tidak masuk ke kota.

Sumber : dream.co.id

Write a Reply or Comment

one + 12 =