MANAJEMEN DAN SILABUS MAJELIS TAKLIM

Penulis:
Hanny Fitriyah, S.Ag., Darmi AR, S.Ag, H. Rakhmad Z. Kiki, S.Ag, MMdkk

Ada beberapa gejala menarik dalam perkembangan kehidupan keagamaan di masyarakat belakangan ini. Pengamatan secara umum memperlihatkan, bahwa setidak-tidaknya dua dasawarsa terakhir kehidupan keagamaan di masyarakat terlihat begitu semarak. Dan bila di lihat fenomena tersebut tersebut merupakan sebuah konsekuensi dari perubahan-perubahan yang terjadi dalam kehidupan sosial, budaya politik ekonomi dalam masyarakat.

Salah satu bentuk perkembangan kehidupan keagamaan khususnya dalam pembinaan umat adalah “lembaga” Majelis Taklim. Majelis taklim merupakan salah satu lembaga pendidikan non formal yang mempunyai fungsi dan peranan dalam pembinaan umat, sebagai taman rekreasi rohaniah dan ajang dialog serta silaturrahmi antara ulama, umara dengan umat.

Majelis taklim merupakan salah satu model pendidikan non formal yang diharapkan dapat berkembang bersama dengan lembaga pendidikan lainnya. Model pembinaan di majelis taklim diharapkan dapat menawarkan sebuah solusi dari problematika yang dihadapi umat di antaranya berupa tantangan akibat kemajuan teknologi, masalah hubungan sosial. Masalah pembinaan keluarga dan masalah pendidikan anak (Zakiah Daradjat, 1980: 9-11).

Posisi strategis majelis taklim yang berdiri sejajar dengan lembaga pendidikan lainnya seperti sekolah, madrasah atau pesantren menempatkan dirinya mengakar di masyarakat. Sehingga peranannya sebagai sarana pembinaan umat sangatlah penting. Dapat diprediksikan jika seandainya umat Islam hanya terikat pada pendidikan formal yang terbatas pada lembaga sekolah atau madrasah saja, maka banyak celah yang tidak tertutupi. Untuk itu majelis taklim berperan sebagai pembinaan umat alternatif yang ada di masyarakat.

Dan berdasarkan hal tersebut diatas Jakarta Islamic Centre mencoba memberikan pandangan yang utuh yang dapat menjadi pedoman bagi majelis taklim di Indonesia khususnya Jakarta.

Download Ebook

Write a Reply or Comment