MASJID DI UKRAINA INI BUTUH 20 TAHUN MASA PEMBANGUNAN

1

JIC – Masjid di mana pun berada menjadi jantungnya kaum muslimin di daerah tersebut. Tidak hanya kegiatan di dalamnya berupa sholat berjamaah, pengajian, atau kegiatan sosial, Masjid juga mempunyai sejarah dalam kisah pembangunannya. Sejarah tersebut juga bisa menjadi pelajaran bagi umat Islam yang tersimpan di balik indahnya sebuah Masjid, seperti Masjid yang cantik nan megah yang berada di Kota Kiev, Ibu Kota Ukraina. Masjid ini menjadi simbol eksistensi umat Islam di negara pecahan Uni Soviet tersebut. Masjid ini pula menjadi jantung muslimin Kota Kiev, baik sebagai tempat ibadah, madrasah hingga pusat dakwah.

Masjid ini dikenal dengan nama Masjid Ar Rahma. Hal luar biasa dari masjid ini adalah proses pembangunannya yang memakan waktu sangat lama, yakni hingga 20 tahun. Diprakarsai pendiriannya pada tahun 1991, pembangunan Masjid Ar Rahma mendapat hambatan pembangunan yang beragam, mulai dari perizinan hingga revolusi Ukraina. Bahkan sumber lain menyebutkan, masjid di kota Kiev telah diupayakan pembangunannya sejak tahun 1897. Namun rencana tersebut gagal karena meletusnya perang dunia pertama. Pembangunan masjid kemudian baru dapat dimulai pada tahun 1994. Izin pembangunannya bahkan baru keluar di tahun 1996. Padahal saat itu, muslimin Kiev telah memiliki beragam fasilitas seperti perpustakaan dan lapangan olah raga, namun mereka tak mendapat izin membangun masjid. Masjid Ar Rahma inilah yang kemudian menjadi masjid pertama di ibu kota negara Eropa Timur tersebut.

2

Menurut data dari publikasi resmi BeautifulMosque, Masjid Ar Rahma Kiev ini dibangun dari dana swadaya muslim Ukraina sejak tahun 1996 dan diresmikan penggunaannya untuk umum bertepatan dengan peringatan hari kemerdekaan Ukraina ke-20 pada (3/12/2000). Ar Rahma yang menjadi nama Masjid ini diambil dari kosa kata bahasa Arab Ar-Rahmah, bila di Indonesia-kan bermakna “Kasih Sayang”.

Setelah  keruntuhan Uni Soviet, minoritas muslim di Ukraina berusaha menunjukkan jati diri mereka untuk dapat terwakili dengan baik di dalam tatanan baru maysarakat republik Ukraina merdeka yang baru terbentuk. Berbagai komunitas dan organisasi berbasis Islam pun mulai berdiri. Pada tahun 1992 dibentuklah Badan Urusan Agama Islam Ukraina (DUMA) di ibukota negara, Kiev. Dan pada ahun 1994 diselenggarakan kongres DUMA pertama yang menghasilkan susunan pengurus DUMA.

Adapun rencana pembangunan masjid ini sudah digulirkan pertama kali sejak awal tahun 1897, sebenarnya muslim di kota Kiev sudah dapat membangun Masjid di lima Peace Street, di Gedung Kalinovich, Podil. Fakta tersebut mengemuka di dalam buku berjudul The whole Kyiv terbitan tahun 1909. Kala itu sudah direncanakan membangun Masjid dengan daya tampung 800 jemaah. Merujuk kepada koran Kyiv idea terbit di kota Kiev pada tanggal 30 Oktober 1913, rencananya pembangunan masjid akan diselenggarakan di Jalan Gogol’s House no 29. Namun rencana besar pembangunan masjid tersebut batal akibat berkobarnya perang dunia pertama dan revolusi Oktober 1917.

Setelah melewati banyak hambatan, Masjid pertama pun resmi dibuka pada bulan Desember tahun 2011. Namun kala itu belum dapat digunakan hingga setahun berikutnya, yakni di tahun 2012. Terhitung sejak prakarsa tahun 1991, maka proses pembangunan masjid kebanggaan muslimin Ukraina ini menempuh waktu hingga 20 tahun lamanya. Inilah masjid yang kemudian dijadikan simbol perdamaian di negara Ukraina.

“Saya mengucapkan selamat kepada Muslim Ukraina terutama di Kota Kiev. Masjid ini merupakan simbol perlindungan Ukraina terhadap hak konstitusi kebebasan beragama dan hak asasi manusia dan keberhasilan demokrasi di Ukraina,” ujar Jubir Kepresidenan Negara Ukraina ketika meresmikan Masjid Ar Rahma bertepatan dengan hari kemerdekaan Ukraina, dikutip dari EuropNews.

Masjid Ar Rahma Kiev ini dibangun di atas lahan milik Badan Urusan Agama Islam Ukraina (DUMA) yang dihibahkan untuk pembangunan masjid. DUMA ini pula yang sejak awal memperjuangan pendirian masjid bagi muslimin Kota Kiev. Adapun dana pembangunan masjid diambil dari infaq shadaqah muslimin ibu kota di negara berbatasan Belarus tersebut. Arsitektur Masjid Ar Rahma Kiev terbilang unik. Denahnya berbentuk melingkar dengan satu menara setinggi 27 meter dan sebuah kubah yang megah dan cantik. Jika dilihat dari pemandangan atas, bentuk melingkar masjid ini akan nampak lebih indah. Sang arsitek, Alexander Komorowski menggunakan gaya arsitektur masjid setempat yang ada di wilayah Eurasia. Tak heran jika ada unsur budaya Turki disana. Disertai pula ukiran ataupun guratan yang sangat detail hingga menampah pesona keindahan masjid.

3

Bangunan masjid Ar Rahma dapat menampung kurang lebih tiga ribu jamaah. Masjid ini menjadi berkumpul seluruh muslimin Kota Kiev saat Hari Raya. Tak hanya sebagai tempat ibadah, Masjid Ar Rahma Kiev juga memiliki kelas-kelas sebagai tempat madrasah pembelajaran ilmu Islam. Sebagai negara mayoritas Nasrani Orthodox, Ukraina menjadi tempat tinggal muslimin sebagai minoritas. Meski demikian, muslimin Ukraina mendapat kebebasan untuk menjalankan agama mereka. Tak ada gangguan beribadah ataupun pembatasan perayaan Hari Raya Islam. Tak heran jika kemudian angka muslimin meningkat dan kini berjumlah lebih dari dua juta jiwa. Mereka terdiri dari warga asli Ukraina, imigran, Sea yang terbanyak berasal dari bangsa Tar-tar. Selain Masjid Ar Rahma di ibu kota Kiev ini juga terdapat sekitar lebih dari 200 Masjid lain yang tersebar di negara anggota Uni Eropa tersebut.

Sumber : gomuslim.co.id

Write a Reply or Comment