MAULID NABI, MOMENTUM TELADANI KISAH HIDUP NABI MUHAMMAD SAW

Ilustrasi (ANTARA FOTO/Rahmad).

JIC, Jakarta,  — Peringatan Hari Kelahiran Nabi Muhammad SAW atau Maulid Nabi dapat dijadikan momentum untuk mengingat kembali kisah perjuangan Rasulullah. Dari kisah-kisah itu, setiap orang diharapkan dapat meneladani kepribadian Nabi.

Maulid Nabi diperingati setiap tanggal 12 Rabiul Awal kalender Hijriah. Tahun ini, bertepatan dengan hari Selasa, 20 November.

“Bulan ini bulan istimewa karena bisa dijadikan momentum mengingat kembali sejarah Nabi, mengingat kembali kehidupan Nabi. Lalu, kita mengambil pelajaran dari situ,” kata Ustad Yusuf Mansur kepada CNNIndonesia.com, Jumat (16/11)

Menurut Yusuf, salah satu amalan yang paling istimewa dalam memperingati hari Maulid Nabi adalah berkaitan dengan ilmu.

“Selain selawat, amalan yang istimewa adalah ilmu. Jangan cuma doa saja, tapi ilmu tidak bertambah,” ucap Yusuf.

Yusuf menyebut, seluruh kisah Nabi Muhammad dapat dipelajari dan diambil hikmahnya. Misalnya, saat Nabi lahir dan tak ada yang mau menyusuinya karena masuk dalam kategori miskin dan dianggap tak mampu membayar. Namun, Halimah Sa’diyah, seorang ibu yang bekerja untuk menyusui bayi Arab, mau menyusui Nabi Muhammad walaupun ASI-nya sudah sulit keluar.


Keikhlasan Halimah untuk menyusui Nabi pun berbuah hasil. Keledai kurus yang ditumpanginya menjadi berisi dan ASI-nya pun keluar dengan lancar.

“Dari kisah ini, dapat diambil hikmah bahwa siapa saja yang dekat dengan Nabi akan diberi kemudahan, rezeki ngalir terus,” tutur Yusuf.

Tak cuma itu. Dari kisah Nabi Muhammad juga bisa diteladani soal kejujuran, kepemimpinan, dan ketegasan terhadap hal-hal berbau maksiat. (ptj/asr)

sumber : cnnindonesia.com

Write a Reply or Comment

5 × 4 =