MELIHAT KEGIATAN ANAK MUDA ITALIA KENALKAN ISLAM DI NEGERI PIZZA

internasional-italia-berusaha-bentuk-islam-italia-2189-l

JIC – Selama ini Italia dikenal sebagai kelezatan pizza dan pastanya. Bagi orang Italia, pasta sudah menjadi makanan sehari-harinya.

Tidak lengkap rasanya jika tidak ada sajian pasta dalam sehari saja. Nah, di Negeri Menara Pissa ini mencari daging cincang yang menjadi ‘teman’ pasta tidak sulit, terutama yang dalam proses penyembelihannya mengucapkan asma Allah.

Terdapat toko daging halal di Kota Cesena, salah satu kota kecil di Italia. Sebab di negeri inilah Islam terus berkembang dari waktu ke waktu.

Sejak abad ke-9, keberadaan muslim di Italia terus bertambah melalui Sisilia sebagai pintu masuk Islam dari Afrika Utara. Kini, hampir dua juta jiwa muslim hidup di Italia.

Meski demikian, sampai dengan hari ini Italia sendiri masih belum sepenuhnya mengakui keberadaan agama Rahmatan Lil Alamin in. Padahal Islam banyak tertoreh dalam lembaran sejarah negara tersebut.

Berbeda dengan Inggris dan Jerman yang memiliki ratusan masjid dengan kubah dan menara yang khas, di Italia hanya ada dua masjid besar. Keduanya terletak di Kota Roma.

Namun banyak pendatang yang terus berdatangan untuk mengais rezeki di Ibu Kota Italia itu. Kebanyakan dari mereka yang datang berasal dari negeri Islam. Sejak itu, Italia sudah menjadi negara yang lebih terbuka terhadap gelombang multikultur setelah krisis ekonomi yang melanda sejak awal tahun 2010 lalu.

65171c2a-c4a1-4143-b78b-c2e1257cdd8c_169

Kaum muslim yang datang ke Italia dari waktu ke waktu akhirnya membentuk komunitas muslim muda Italia atau Giovanni Musulmani De Italia (GMI). GMI merupakan organisasi besar yang menaungi seluruh muslim muda di Italia dan berpusat di Kota Milan.

Organisasi ini sudah berdiri sejak 15 tahun dan anggotanya terus bertambah. Komunitasnya juga menyebar di setiap penjuru Italia.

Di kota kecil bernama Cesena, tepatnya di Garage Aquilone, terdapat kelas melukis yang diselenggarakan oleh komunitas muslimah di sana. Kegiatan tersebut tidak dikhususkan untuk muslimah, tetapi juga siapa saja yang tertarik untuk belajar seni lukis kulit dengan henna, dipersilakan datang.

Seni ini telah mengakar selama lima ribu tahun lamanya yang berasal dari India dan Timur Tengah. Seni ini digunakan sebagai salah satu media untuk memperkuat ukhuwah dan menyebarkan citra Islam yang positif di Casena.

“Alasan kami membuat kelas henna ini adalah pertama, sebagai media dakwah untuk menyebarkan pesan Nabi Muhammad SAW. Biasanya di kegiatan ini kita juga menyediakan buku-buku Islam dan Alquran terjemahan berbahasa Italia dari Roberto Picardo secara gratis. Kami mau menyebarkan pesan yang sesungguhnya dari Islam bukan pesan yang disampaikan oleh berbagai media bahwa Islam adalah teroris karena Islam adalah damai,” ujar gadis muslim bernama Kaltum Kamal Idrissi saat berbincang.

Kaltum menceritakan, kegiatan melukis ini berawal dari keinginannya untuk membagikan buku Islam dan menjawab pertanyaan seputar Islam. Lalu salah satu dari anggota komunitasnya mahir membuat henna sehingga mereka sepakat membuka kelas henna.

Proyek yang diinisiasi Kaltum dan kawan-kawan mendapat apresiasi positif. Tidak sedikit perempuan yang datang untuk belajar. Sejak itulah, Kaltum membagikan buku-buku Islam di kelas ini. Semua yang datang juga memberi sumbangan untuk membeli alat-alat henna, buku dan henna.

Untuk itulah bagi siapa saja yang mau mengikuti kegiatan di kelas, peserta akan dikenakan biaya 3 Euro guna mendapatkan peralatan henna dan makanan ringan. Bahan pewarna cat yang digunakan berasal dari bubuk henna atau daun tanaman Lawsonia Inermisi.

Selain menawarkan seni, GMI juga rutin mengadakan diskusi untuk mengenal Islam lebih dekat. Diskusi ini sudah diadakan selama dua kali. Berbagai pertanyaan dari peserta kerap muncul, mulai dari hijab hingga masalah poligami.

“Kami ingin memberikan tempat untuk masyarakat yang ingin tahu tentang Islam juga untuk orang yang lahir sebagai muslim namun tidak mengetahui cara menjalankan agama Islam dengan benar. Kita harus bangga sebagai muslim,” kata dia.

507f9d32-2f8e-49f9-9f30-e179100906bc_169

Kaltum dan kawan-kawan juga kini tengah mengembangkan investasi marketingnya melalui sosial media, satu diantaranya melalui Facebook. Dalam laman itu, mereka menjabarkan Islam.

Seni lukis henna terus berkembang di Cesena dari waktu ke waktu. Kota tersebut merupakan kota kecil dengan total penduduk 90 ribu jiwa.

Banyak muslim yang bermukim di kota ini, namun sayang tidak banyak masjid yang bisa dijumpai. Tak ayal, sebagian warga menyulap garasinya menjadi musala untuk sekadar bisa salat berjamaah.

Kaltum dan salah seorang rekannya yang juga mualaf bernama Fatiha menilai Islam masih menjadi minoritas di kota yang terdiri dari deretan gedung tua ini. Namun hal itu tidak menjadikan mereka terasingkan.

“Bicara mengenai minoritas, kami tidak menemui banyak kesulitan. Kami memiliki banyak teman dan rekan yang mencintai kami,” terangnya.

Aksi terorisme yang sempat terjadi di Paris dan Brussel beberapa waktu lalu sempat melukai hati umat muslim yang berada di Eropa. Sebab lagi-lagi mereka harus menerima anggapan Islam sarat dengan kekerasan.

“Mendengar komentar negatif menjadi hal yang biasa. Sebagai muslim di Barat, kini kami merasa seperti mengulang tragedi 9 September di Amerika. Ada beberapa kasus seperti kami tidak bisa mengenakan hijab saat bekerja, namun kami selalu mengupayakan berbagai cara agar kami tidak lagi menjadi korban karena penting bagi mereka tahu siapa kami dan bagaimana nilai kami di masyarakat,” imbuh Kaltum.

Setiap malam, Kaltum dan Fatiha menyempatkan diri mengulik telepon pintarnya untuk membuat kampanye salat subuh. Mereka kemudian menggunggah foto seruan untuk salat subuh di akun Facebook milik GMI Cesena.

Keduanya kerap menggunakan berbagai aplikasi edit foto untuk membuat gambar poster salat subuh. Kemudian mereka membubuhkan aneka petikan kalimat yang berisi ajakan salat subuh.

“Kami mulai membuat kampanye ini untuk mengajak orang-orang subuh karena jika kita melakukan salat subuh maka akan mudah melakukan salat yang lainnya. Namun jika kita kelewatan salat subuh maka akan sangat menyesal karena dengan salat subuh kita akan dapat banyak keuntungan,” kata Kaltum.

“Tujuan kita hanya satu membuat semakin banyak orang yang salat subuh,” imbuhnya.

Sumber ; detiknews.com

Write a Reply or Comment

20 + 20 =