MEMBLUDAKNYA HIJRAH FEST: MILENIAL TAK PEDULI ISLAM?

Pengunjung Hijrah Fest memadati loket tiket di pintu utama Jakarta Covention Center, Jakarta, Jumat (9/11).                                                                                   Foto: Republika/Iman Firmansyah

Ternyata meski berbayar lumayan mahal kaum milenal serius kaji keislaman.

JIC, JAKARTA- ‘’Saya sampai setengah tujuh pagi, di JCC Senayan. Di sana sudah ribuan orang terkumpul. Semua tertib ikuti ajang ‘Hijrah Fest’. Dan tiketnya sepekan sebelumnya sudah ‘sold out’ meski berbayar lumayan mahal,’’ kata Agustia Krisanti, ekspatariat muda di Jakarta, Ahad sore, (11/11).

Baginya acara ini sangat menarik. Ada berbagai kajian Islam untuk anak muda yang akrab disebut generasi zaman milenial dari banyak ustaz yang yahud. Dan lagi-lagi bintangnya memang ustaz Abdul Somad. Bahkan, khusus dalam kajian untuk ustaz yang sedang naik daun ini, panita sengaja tiket ditambah sehingga makin banyak orang. Dan semua tiket terjual habis, meski dengan harga yang dua kali lipat lebih mahal dari pada nonton bioskop di Twenty One, yakni sampai Rp 80 ribu. Maka kesan pengajian selama ini terksan kuno dan berisi orang tua terhapus total.

‘’Ustaz Somad datang di hari ketiga. Dia datang langsung dari Aceh. Di jemput dari bandara pakai helikopter sampai Senayan. Setelah selesai ceramah Ustaz Somad langsung balik ke Aceh. Luar biasa, baik uztad maupun pesertanya yang datang dari kalangan muda. Ternyata acara agama bisa semeriah dan bisa dijual kepada anak muda dengan antusias layaknya nonton konser musik,’’ katanya lagi.

photo

Petugas penghapus tato melakukan penghapusan tato dalam acara Hijrah Fest 2018 di JCC, Jumat (9/11).

Selama festival yang berlangsung sejak Jumat lalu pengunjung selalu memadati ajang Hijrah Fest tersebut. Berbagai ustaz kondang yang memberikan kajian di sana mulai dari Ustazah Oki Setiana Dewi, Ustaz Bachtiar Natsir, Abdul Somad, Salim A Fillah,  Handy Bonny, Ahmad Ridwan, Abu Fida,Oemar Mita, Yoppi, ustaz dan berbagai sosok ustaz lainnya. Acara makin ramai karena aneka warna warni kaum muslimah muda berhijab yang hilir mudik.

‘’Hebatnya lagi, setiap tiba waktu shalat acara ditutup. Semuanya shalat berjamaah. Dan pada Jumat lalu para jamaah lelaki yang  hadir juga menggelar shalat Jumat. Acara sukses, rapi, dan membludak,’’ kata Tia lagi.

Kusah yang sama juga tersebar di berbagai grup pertemanan di media sosial. Ada tulisan yang menarik di grup WA anggota ESQ pimpinan Ary Ginanjar. Tulisan ini karya seseorang yang hadir di acara itu tapi enggan menyebutkan nama. Tulisan ini didapat dari kiriman WA wartawan senior,  Hanibal Wijaya. Tulisannya berjudul ‘Oleh-Oleh Dari Hijrah Fest’ ditulis begini:

“Tiketnya sudah sold out, Bu,” kata laki-laki muda yang berada di belakang kaca loket.

Wah, ternyata benar, sudah terjual habis, batin saya.

Saya memang sudah mendapat informasi sebelumnya kalau tiket sudah terjual habis beberapa hari lalu.

“Kalau akses untuk media lewat mana?” tanya saya lagi.

“Lewat pintu itu,” jawabnya sambil menunjuk pintu masuk.

Bergegas saya menuju pintu yang dimaksud sambil mengirim pesan WA ke Lambang, “Tiket sold out. Kamu gak bisa masuk. Aku pakai akses media. Kamu nanti jemput ke sini habis Isya’ saja.”

Kalau sehari sebelumnya orang ribut mencari tiket konser Guns N’ Roses atau tiket film Bohemian Rhapsody, tiket yang terjual habis ini bukan keduanya. Ini adalah tiket HIJRAH FEST 2018. Sebuah gelaran dakwah selama 3 hari berturut-turut yang dihelat oleh para penggiat komunitas hijrah di JCC, Jakarta. Subhanallah…

Tak kurang ustadz-ustadz ternama, mulai  Ust Bahtiar Nasir, KH Abdullah Gymnastiar, Ust Salim Fillah, Ust Oemar Mitha, hingga ustadz yang dekat dengan komunitas anak-anak muda Ust Hanan Attaki dihadirkan.

Kejutan pertama adalah tiket yang dijual tak murah itu telah ludes terjual beberapa hari sebelumnya. Dan ini adalah fenomena baru di kalangan M Generation (milenial muslim) di Indonesia. Untuk hadir dalam kajian dakwah yang tidak dihelat di masjid, melainkan di convention center, mereka rela membeli tiket dan banyak yang tidak mendapatkannya!

Kejutan kedua, pintu masuk JCC dipisahkan antara pintu laki-laki dan perempuan dengan bertuliskan “Batas suci, alas kaki harap dilepas”. Seumur-umur baru sekali ini saya ke JCC dan harus melepas alas kaki.

photo

Para pengunjung bertepuk tangan dengan menggunakan bahasa isyarat saat komunitas tuli berada di atas panggung hijrah fest di Jakarta Convention Center, Ahad (11/11).

 

 

sumber : republika.co.id

Write a Reply or Comment

four + four =