MEMULIAKAN TAMU

memuliakan tamu

JIC – Imam Malik jika kedatangan tamu selalu bertanya tentang tujuan kedatangannya. Jika untuk urusan dunia Imam Malik langsung meneruskan pertemuannya. Dan jika tujuanya ingin belajar ilmu Imam Malik masuk ke kamar beliau kemudian keluar lagi menemui tamu tersebut dengan dandanan yang paling bagus dan minyak wangi yang paling harum kemudian menoleh ke kubur Rasulullah SAW lalu memulai menyampaikan ilmu dan hadits Nabi saw. Begitulah cara Imam Malik dan para ulama dalam menghormati ilmu dan Rasulullah SAW.

Di kisahkan bahwa Imam Muhammad Al Baqir setiap membaca hadits Nabi SAW wajahnya pucat seperti orang yang ketakutan, karena begitu mengagungkan Rosululloh SAW hingga seolah-olah Nabi SAW hadir di hadapannya saat membaca ucapan Rasulullah SAW.

Inilah yang harus kita contoh dalam menyampaikan dan mengambil ilmu. Kita harus hormati majelis ilmu dan muliakan majelis ilmu. Jangan sampai kita menyampaikan ilmu dengan merendahkan majelis dengan omongan jorok atau guyonan yang berlebihan.

Semoga Alloh mengampuni kita dan sebagian para ustadz yang kadang membawakan ayat Al-Qur’an atau Hadits dengan guyonan dan tidak hormat kepada Al-Qur’an dan Rasulullah SAW. Tidak akan manfaat ilmu yang diambil atau disampaikan dengan cara yang tidak baik tersebut. Bahkan itu adalah ke-kurangajar-an kepada Al-Qur’an dan Rasulullah SAW yang mengundang murka Allah SWT.  Rasulullah SAW pernah mengingatkan bahwa hati akan memuntahkan ilmu dan hidayah yang di sampaikan dengan guyonan dan tanpa adab. Wallohu a’lam bishshowab.

Sumber : Suara Islam

Write a Reply or Comment

twelve − three =