MENANTI PROGRESS MUSEUM ISLAM JAKARTA DI JIC

 

JIC – Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam Jakarta atau yang dikenal dengan Jakarta Islamic Centre melalui Divisi Sosial Budaya berperan penting menuju ‘lahirnya’ Museum Islam Jakarta.

Kepala Divisi Sosial Budaya JIC, Haerullah,M.Si bersama Seniman Qurator muda yakni Erwin mendiskusikan lebih lanjut tentang museum Islam di JIC yang kedepannya akan menjadi destinasi wisata religi dan edukasi baru di Jakarta.

“Sebut saja Museum Omah Munir, dengan budget yang Low Price ditangannya. Museum tersebut terkesan simple dan penuh pesan heroik.” Ujar Haerullah yang telah melaksanakan focus group discussion (FGD) membahas museum Islam Jakarta

Ia menambahkan, ada banyak museum yang sudah dirancang oleh Erwin dan timnya, yakni museum Polri, BCA, Bank Indonesia, dan sekarang sedang menggarap museum Pelindo dan museum Islam Jakarta.

Berkaitan museum Islam Jakarta, Haerullah pernah menduetkan beliau dengan Prof Yanick Lintz, seorang Qurator museum Louvere Prancis. Direktur de’art of Islam. Dalam satu sesi acara FGD di Islamic Center.  mas Erwin, punya warna dan gagasan yang menarik berkaitan rancangan Museum Islam Jakarta. Sampai sosok Prof  Yanick Lintz memujinya.

“Progresnya (museum Islam Jakarta) saat ketemu beliau dan tim, membahas Museum Islam Jakarta. Sudah sampai desian ruangan, sesuai colofon, bahasa yang saya temui di Museum Vulokankunde oleh Prof  Oman Faturahman yang sekarang staf Ahli di Kementerian Agama.”

Langkah selanjutnya, Haerul mengatakan bahwa akan ada penentuan desain dan interior ruangan dengan tidak meninggalkan teknologi yang makin berkembang. Serta dibuat dalam disain 3D yang jika langkahnya tepat dan dikerjakan dengan fokus 2020 Jakarta; akan tambah lagi sebuah destinasi edukasi di Jakarta utara di Islamic Center Jakarta.

Semoga meseum Islam Jakarta, tetap jalan dan menjadi destinasi wisata religi dan edukasi baru di Jakarta.

#MuseumIslamJakarta.

Write a Reply or Comment

ten + nine =