Mengapa Muslim Vancouver Jadi Percontohan di Benua Amerika?

Mengapa Muslim Vancouver  Jadi Percontohan di Benua Amerika?Pemuda Muslim Vancouver. Alih-alih jadi korban Islamophobia, Muslim Vancouver, Kanada, justru disegani komunitas kota itu. Koran Vancouver Sun dalam laporan utamanya menulis, semua gambaran tentang umat Islam yang militan, puritan, eksklusif, dan “tidak modis”, runtuh di kota ini. “Di sini, semua stereotip tentang Muslim tak bakal ditemukan. Mereka (kaum Muslim, red) tampil dengan unik; bergaya  tertentu dan bersikap pluralistik,” tulis mereka. <REPUBLIKA.CO.ID, VANCOUVER>

Mengapa Muslim Vancouver  Jadi Percontohan di Benua Amerika?REPUBLIKA.CO.ID, VANCOUVER – Alih-alih jadi korban Islamophobia, Muslim Vancouver, Kanada, justru disegani komunitas kota itu. Koran Vancouver Sun dalam laporan utamanya menulis, semua gambaran tentang umat Islam yang militan, puritan, eksklusif, dan “tidak modis”, runtuh di kota ini. “Di sini, semua stereotip tentang Muslim tak bakal ditemukan. Mereka (kaum Muslim, red) tampil dengan unik; bergaya  tertentu dan bersikap pluralistik,” tulis mereka .

Vancouver adalah salah satu kota utama di Kanada, dengan penduduk 2,1 juta jiwa. Populasi Muslim Kanada dan Metro Vancouver diramal bakal tumbuh tiga kali lipat pada tahun 2031. Setidaknya, begitu hasil penelitian lembaga , baik menurut Statistik Kanada dan besar minggu lalu laporan Pew Forum. Jumlah Metro Muslim Vancouver diperkirakan meningkat menjadi 230 ribu dalam dua dekade (sampai enam persen dari populasi).

Namun, meskipun proyeksi tersebut menaikkan kekhawatiran bahwa Muslim akan mengambil alih negara, hal ini tak dijumpai di Kanada. Media ini mencoba menganalisa apa perbedaan antara kaum Muslim di kota ini dengan mereka yang hidup di belahan Amerika Utara lainnya.

Menurut mereka, meski di West Coast, salah satu kawasan permukiman di kota itu, berseliweran wanita berjilbab, warga sudah sangat terbiasa. Mereka pun tak terganggu ketika sebuah masjid mengumandangkan adzan pada hari Jumat.  Salah satu sebabnya, kata mereka, adalah karena umat Muslim di kota ini berbaur dengan warga lainnya.

Masjid di Metro Vancouver beroperasi relatif independen satu sama lain, tanpa kelompok etnis tertentu yang mendominasi.

Berkunjung ke masjid Metro Vancouver, tulis mereka, adalah seperti masuk ke gedung PBB, demikian istilah mereka. Kaum Muslim dari bangsa yang berbeda berbaur, dengan menggunakan bahasa yang sama, bahasa Inggris.

Hal ini, jarang dijumpai di kota lain. Umumnya, masjid didirikan oleh komunitas tertentu, dan karenanya, para jamaah pun kerap berbicara dengan bahasa setempat. Masjid Pakistan, misalnya, maka jamaahnya mayoritas adalah keturunan Pakistan, dan mereka berbicara dengan bahasa asal mereka.

Profesor Derryl MacLean dari Universitas Simon Fraser menyatakan, beragam bangsa yang datang ke Vancouver umumnya berbaur dengan penduduk lokal, tak terkecuali Islam. Inilah yang membuat mereka melebur. “Bandingkan dengan umat Muslim di Toronto dan Montreal. Di sini, mereka melahirkan sebuah komunitas yang indah,” ujarnya.

Angka  Statistik Kanada menyebut, sebagian besar Muslim di Metro Vancouver berasal dari  Iran, diikuti oleh Pakistan, India, dan wilayah Afrika Timur.

Tapi Muslim dari campuran negara dengan Muslim kelahiran Kanada banyak, serta orang-orang dari puluhan negara lain, seperti Fiji, Afganistan, Bosnia, Mesir, Irak, Kosovo, Serbia, Sri Lanka, Amerika Serikat, Indonesia, Inggris dan banyak lagi saling melebur.

“Masjid di Metro Vancouver dikelola oleh berbagai macam kelompok etnis sehingga yang satu tidak bisa memaksakan satu norma etnis atau bahasa,” kata MacLean, yang pernah menelurkan buku tentang  Muslim di British Columbia (UBC Press).

Ia menyebut Vancouver adalah salah satu laboratorium yang paling menarik di dunia untuk kajian sosial antar-agama.”Datanglah ke Vancouver, dan Anda akan melihat betapa indahnya toleransi,” katanya.

 

Red: Siwi Tri Puji B
Sumber: Vancouver Sun/Republika

Write a Reply or Comment

20 − 12 =