MENINGGAL DUNIA DI TANAH SUCI

JIC – Selama musim haji tidak sedikit jamaah haji yang meninggal dunia di Tanah Suci. Kalimat Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun (Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya-lah kami kembali) itu yang hendaknya diucapkan setiap terjadi musibah, termasuk musibah meninggalnya jamaah haji. Kalimat ini disebut istirja (pernyataan kembali kepada Allah).

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buahbuahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (Yaitu) orangorang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: ‘Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun’.” (QS al-Baqarah [2]: 155-156).

Tidak sedikit keutamaan bagi jamaah haji yang meninggal dunia di Tanah Suci. Pertama, termasuk syahid. Nabi SAW bersabda, “Barang siapa yang meninggal dunia dalam perjalanan haji, ia seperti orang yang mati di jalan Allah,” (HR Muslim).

Kedua, diperkenankan memberikan sya faat untuk kerabat. Dengan mendapatkan ke istimewaan yang dijanjikan, seperti diampuni dosanya, melihat tempatnya di surga, dilin dungi dari azab kubur, merasakan manisnya iman, dinikahkan dengan bidadari surga, dan diperkenankan memberikan syafaat bagi 70 orang kerabatnya (HR Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad).

Ketiga, dibangkitkan pada hari kiamat da lam keadaan bertalbiyah. Nabi SAW bersabda, “Ketika seseorang tengah melakukan wukuf di Arafah, tiba-tiba terjatuh dari hewan tung gang annya lalu hewan tunggangannya meng injak lehernya sehingga meninggal. Maka, Nabi SAW bersabda: ‘Mandikanlah dengan air yang dicampur daun bidara lalu kafanilah dengan dua potong kain’ ––dan dalam riwayat yang lain: ‘dua potong kainnya’––dan jangan diberi wewangian. Jangan ditutupi kepala dan wajahnya. Sesungguhnya, ia akan dibangkit kan pada hari kiamat nanti dalam keadaan bertalbiyah,” (HR Bukhari dan Muslim).

Keempat, pahala hajinya ditulis hingga hari kiamat. Nabi SAW bersabda, “Barang siapa keluar untuk berhaji lalu meninggal dunia, dituliskan untuknya pahala haji hingga hari kiamat. Barang siapa keluar untuk umrah lalu meninggal dunia, ditulis untuknya pahala umrah hingga hari kiamat. Dan barang siapa keluar untuk berjihad lalu mati maka ditulis untuknya pahala jihad hingga hari kiamat,” (HR Abu Ya’la).

Semoga Allah SWT menerima dan menggolongkan jamaah haji yang meninggal dunia sebagai husnul khatimah, meraih keutamaan yang dijanjikan, dan bagi keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan. Amiin.

Sumber : republika.co.id

Write a Reply or Comment

fourteen + 10 =