Mesir Siap Buka Perbatasan Rafah Secara Permanen

Mesir mengatakan bahwa pihaknya akan membuka kembali perbatasan Rafah secara permanen untuk meringankan pengepungan empat tahun Israel yang panjang atas Jalur Gaza dan mengatasi krisis kemanusiaan yang dihadapi warga Palestina di daerah kantong miskin itu.

dakwatuna.com – Mesir mengatakan bahwa pihaknya akan membuka kembali perbatasan Rafah secara permanen untuk meringankan pengepungan empat tahun Israel yang panjang atas Jalur Gaza dan mengatasi krisis kemanusiaan yang dihadapi warga Palestina di daerah kantong miskin itu.

Menurut pejabat Mesir di Timur Tengah News Agency (MENA), perbatasan Rafah akan dibuka secara permanen mulai hari Sabtu depan, yang memungkinkan warga Palestina yang memiliki paspor untuk menyeberang ke Mesir setiap hari dari pukul 9 pagi sampai 9 malam dengan pengecualian hari Jumat dan hari libur.

Pembukaan kembali perbatasan lagi itu akan memungkinkan warga Palestina yang tinggal di Gaza mendapatkan pintu masuk barang-barang yang sangat dibutuhkan dari dunia luar, yang sebelumnya mereka tidak pernah mendapatkannya lantaran blokade brutal Israel brutal atas wilayah itu.

Parahnya lagi, untuk menguatkan blokade Israel di Jalur Gaza itu, sebelumnya rezim penguasa Mubarak yang didukung AS yang berhasil digulingkan rakyat Mesir, ikut-ikutan memblokade rakyat Gaza dengan tidak membuka perbatasan Rafah sejak bulan Juni 2007 meskipun Mesir punya kedaulatan penuh atas wilayah tersebut.

Rezim Mubarak lantas ketika itu berada di bawah tekanan dari masyarakat dan beberapa negara Arab karena menolak untuk membuka persimpangan Rafah bahkan selama serangan mematikan Israel ke Gaza pada tahun 2008, di mana hampir 1.400 orang kehilangan kehidupan mereka.

Serangan Israel selama 22 hari itu memburuk krisis kemanusiaan yang mengerikan di Gaza dimana banyak prasarana warga sipil hancur selama invasi. Gaza kemudian menghadapi kondisi yang berat dengan pasokan minimal makanan, air, bahan bakar, dan listrik.

Pembukaan kembali Rafah kemungkinan akan membuat ciut rezim Israel, yang sebelumnya mengatakan khawatir dengan rencana Mesir untuk membuka kembali persimpangan itu.

PBB telah menyerukan pengepungan ilegal itu dan berulang kali menuntut bahwa pengepungan itu harus diakhiri.

Pemerintah baru Mesir tertarik untuk meninjau kebijakan di Gaza sejak Mubarak digulingkan pada bulan Februari (milyas/presstv/knrp/dakwatuna)

Write a Reply or Comment

three × one =