MILAD 72 TAHUN KEMENAG, INI HARAPAN PERWAKILAN LINTAS AGAMA

JIC, Jakarta — Tahun ini Kementerian Agama RI menginjak usia yang ke-72 tahun. Dalam peringatan Hari Jadi atau Hari Amal Bakti ke-72 yang jatuh pada tanggal 03 Januari 2018, Kemenag mengangkat tema “Tebarkan Kedamaian” yang digelar di Lapangan Upacara Kantor Kemenag, Jakarta pada Rabu (03/01/2017).

Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) yang juga Uskup Agung Jakarta, Mgr Ignatius Suharyo mengucapkan selamat hari jadi untuk Kemenag dan berterima kasih atas semua layanan yang dijalankan Kemenag selama ini.

“Kami berharap agar Kemenag ke depannnya bisa selalu menjaga nama baiknya sebagai kementerian yang mengurusi agama di Indonesia. Terus menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan sebaiknya-baiknya,” ucap Suharyo.

Dalam arti ini, Suharyo menambahkan agar menjaga nama baik Kemenag, supaya menjadi kementerian yang sungguh-sunggug berbakti kepada negeri untuk Indonesia sejahtera dan damai. Nama baik Kemenag harus dijaga dengan sebaik-baiknya oleh Aparatur Sipil Negara (ASN), seperti menghindari tindakan berbau korupsi dan juga menjauhi narkotika.

“Jadi bagi saya, integritas dan nama baik Kemenag mesti dijaga sebaik-baiknya. Jangan sampai tercemar oleh apapaun. Nah sekarang yang mencemarkan banyak lembaga itu kan, korupsi, narkoba, dan sebagainya,” kata dia.

Ke depannya, Kemenag juga harus memperbaiki dan meningkatkan keimanan umat beragama di Indonesia, khususnya melalui dirjen-dirjen agama yang ada di Kemenag. Karena, menurut dia, dengan meningkatkan keimanan masing-masing, umat kerukunan umat beragama akan tetap terjaga.

“Jadi tidak sekedar membina kegamaaan tetapi membina keimanan. Kalau agama itu kan di mana-mana bisa diperalat, agama apapun. Tapi kalau keimanan itu tidak bisa diperalat karena keimanan itu hubungan pribadi yang bersangkutan dengan Tuhan yang diimani,” katanya.

Menurut dia, jika keimanan umat diingatkan maka juga dapat mewujudkan kedamaian. Karena, pada prinsipnya dasarnya agama-agama di Indonesia mengajarkan kedamaian.

“Semua agama pasti kan memesankan damai. Tetapi ketika agama itu tidak berdasarkan iman yang kuat maka hanya akan ada kekhawatiran, ada pemusuhan, dan sebagainya,” jelasnya.

Lanjut dia, kalau imannya kuat dan saling menghargai, maka sungguh-sungguh Indonesia akan menjadi surga.

“Maksud saya banyak negara akan tetap kagum pada Indonesia, di mana terdapat agama dan suku berbeda-beda tapi tetap damai,” tandasnya.

Sumber ; gomuslim.co.id

Write a Reply or Comment

one × three =