MUI: Ahmadiyah Sebaiknya Menjadi Aliran, Bukan Bagian Agama Islam

Pasca penyerangan warga terhadap rumah yang menjadi pusat penyebaran Ahmadiyah di Cikeusik Pandeglang Banten Ahad kemarin, mendorong sejumlah tokoh untuk menyampaikan ungkapan keprihatinan.

Pasca penyerangan warga terhadap rumah yang menjadi pusat penyebaran Ahmadiyah di Cikeusik Pandeglang Banten Ahad kemarin, mendorong sejumlah tokoh untuk menyampaikan ungkapan keprihatinan.

Bidang pembinaan kerukunan beragama Majelis Ulama Indonesia, Slamet Efendi Yusuf dalam sebuah diskusi di sebuah media mengungkapkan bahwa Ahmadiyah sebaiknya tidak lagi menjadi bagian agama Islam. Tapi, menjadi aliran lain di luar Islam.

Hal ini karena Ahmadiyah secara prinsip memang sudah keluar dari ajaran Islam. Terutama, keyakinan mereka bahwa keberadaan nabi sesudah nabi Muhammad saw.

Surat Kesepakatan Bersama atau SKB yang ditandatangani tiga menteri dan termasuk perwakilan Ahmadiyah memang kerap dilanggar oleh Ahmadiyah sendiri. Salah satunya, larangan penyebaran paham Ahmadiyah terhadap umat Islam.

Rumah Ahmadiyah milik Suparman di Cikeusik Pandeglang yang menjadi sasaran amarah warga sekitar memang sejak awal tahun dua ribuan menjadi semacam pusat penyebaran Ahmadiyah di kampung itu. Menurut penuturan ketua RT setempat, Suparman aktif mendatangi rumah-rumah warga untuk melakukan dakwah Ahmadiyah.

Sekitar tahun 2004, Suparman pergi ke Filipina dan kembali ke Pandeglang pada tahun 2009. Sejak itulah, Suparman aktif mempengaruhi warga-warga sekitar untuk mengikuti ajaran Ahmadiyah.

Sebelumnya, sebelum terjadi penyerangan, polisi memeriksa isteri Suparman yang berkewarganegaraan Filipina terkait izin keimigrasian. Saat dalam pemeriksaan itulah, sejumlah warga Ahmadiyah yang berasal dari luar Pandeglang melakukan pengamanan rumah Suparman. Jumlah mereka sekitar dua puluh satu orang.

Warga Ahmadiyah dari luar Pandeglang ini tiba di rumah Suparman sekitar pukul 8 pagi. Walau polisi sudah memperingatkan mereka untuk meninggalkan lokasi, mereka tetap berada di rumah Suparman.

Sekitar pukul sepuluh pagi, ratusan warga sekitar Pandeglang yang sejak lama resah dengan keberadaan Ahmadiyah ini akhirnya melakukan pengusiran. Walau polisi sudah melakukan pencegahan, bentrokan warga ini tak bisa dihindarkan karena kedua belah pihak terlibat saling serang batu.

Dari bentrokan ini, tiga warga Ahmadiyah dikabarkan tewas, dan beberapa lainnya luka-luka. mnh/eramuslim

foto: republika

Write a Reply or Comment

twenty + ten =