MUI DUKUNG DIINTENSIFKANNYA PENDIDIKAN PRA NIKAH, MATERINYA HARUS KOMPREHENSIF

JIC – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendukung lebih diintensifkannya pendidikan pra nikah bagi siapa saja yang hendak melangsungkan pernikahan. Lebih jauh, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (Waketum MUI), Zainut Tauhid Sa’adi mengatakan, materi pendidikan pra nikah yang diberikan harus komprehensif alias menyeluruh. Tentunya, yang harus diajarkan dalam pendidikan pra nikah itu tidak sebatas hubungan fisik suami-istri. Tapi lebih luas dari itu.

“(Mencakup) muamalah, mu’asyarah (pergaulan. Red), yang berkaitan dengan hidup berumah tangga itu,” ujar Zainut saat ditemui di sela-sela Rakor Penguatan Fungsi Agama dalam Pembangunan Nasional, kemarin. Rakor gelaran Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama itu berlangsung Kamis-Sabtu (10-12/08/2017) di Ancol, Jakarta.

Bahkan, tambah Zainut, materi yang diberikan dalam pendidikan pra nikah itu tak sebatas dari aspek agama, tapi juga dari sisi lain, aspek psikologi misalnya.

“Masalah-masalah dari aspek lain juga harus menjadi perhatian di dalam penyiapan pendidikan pra nikah itu,” ujarnya menyarankan.

Di samping, kata dia, dalam pendidikan pra nikah tersebut, Kementerian Agama agar melibatkan pihak-pihak lain di luar pemerintahan.

“Harus banyak melibatkan praktisi pendidikan, kemudian juga tokoh agama, juga mungkin lebih pada psikologi ya,” imbuhnya.

Sebab, terang Zainut, rumah tangga dibangun oleh individu yang berbeda, karakter yang berbeda, serta memiliki psikologi yang berbeda.

“Sehingga perlu ada pendekatan-pendekatan secara komprehensif untuk itu,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, angka perceraian dan kekerasan dalam rumah tangga di Indonesia terus meningkat dan memprihatinkan.

“Jumlahnya terus berubah, sangat dinamis, tentu angka-angkanya saya tidak hafal, tapi grafiknya terus meningkat,” ujarnya dalam jumpa pers Rakor tersebut.

Menyikapi peningkatan angka perceraian di Indonesia, Kemenag mengaku lebih mengintensifkan pendidikan pra nikah, berupa kursus bagi para calon pengantin.

Hal itu agar setiap pemuda-pemudi yang akan melangsungkan pernikahan, setidak-tidaknya sudah melalui fase pendidikan singkat, untuk memperdalam dan memperluas wawasannya soal pernikahan.

Program pendidikan pra nikah sebenarnya bukan terobosan baru. Jauh sebelum ini, berbagai pihak swasta telah gencar menggelar program tersebut, baik melalui seminar, karantina bagi calon pengantin, dan sebagainya. Termasuk oleh kalangan pondok pesantren.

Sumber : hidayatullah.com

Jakarta Islamic Centre

Read Previous

BANK WAKAF MIKRO TAHUN INI JADI FOKUS EKONOMI SYARIAH OJK DI BERBAGAI DAERAH

Read Next

LIPUTAN TENTANG JIC DALAM MEDIA EL DJAZAIRIA ONE

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

five + fifteen =