NASKAH KHUTBAH IDUL ADHA 1438 H MASJID RAYA JAKARTA ISLAMIC CENTRE

Khutbah Idul Adha

DENGAN SEMANGAT BERQURBAN

KITA TINGKATKAN PERSATUAN DAN KEBERSAMAAN

Oleh : Drs. KH. Wirta Amin Assalaf, M.Si

( Sekretaris Umum MUI Jakarta Utara )

KHUTBAH PERTAMA

اللهُ اَكْبَرْ (3×) اللهُ اَكْبَرْ (×3)اللهُ اَكبَرْ (×3
اللهُ اَكْبَرْ كَبِيْرًا وَالحَمْدُ لِلّهِ بُكْرَةً وَأصِيْلاً لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرْ اللهُ اَكْبَرْ وَ للهِ اْلحَمْدُ
اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِى جَعَلَ لِلْمُسْلِمِيْنَ عِيْدَ اْلفِطْرِ بَعْدَ صِياَمِ رَمَضَانَ وَعْيدَ اْلاَضْحَى بَعْدَ يَوْمِ عَرَفَةَ. اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ لَهُ اْلمَلِكُ اْلعَظِيْمُ اْلاَكْبَرْ وَاَشْهَدٌ اَنَّ سَيِّدَناَ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللهُمَّ صَلِّ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ الَّذِيْنَ اَذْهَبَ عَنْهُمُ الرِّجْسَ وَطَهَّرْ
اَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَاللهِ اِتَّقُوااللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

Allahu Akbar 3 x Walillaahilhamdu.

Kaum muslimin dan muslimat yang dimulyakan Allah.

Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT Tuhan yang Maha Pengasih yang kasihnya tak pernah pilih kasih, Tuhan  Maha Penyanyang yang sayangnya tiada terbilang. Shalawat serta salam kita sanjungkan kepada baginda Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya dan para sahabatnya termasuk kita semua semoga mendapatkan syafa’atnya nanti di hatio qiyamat.

Bersyukur kita kepada Allah SWT  karena pada pagi yang penuh rahmat Allah ini kita bisa melaksanakan shalat i’dul adha  tanggal 10 zulhijjah 1438 Hijriyah, semoga Shalat i’dul adha yang kita laksanakan ini dapat diterima oleh Allah SWT.

Allahu Akbar 3 x walillaahilhamdu.

Kaum Mus;lim in wal muslimat yang berbahagia.

Bulan zulhijjah adalah bulan yang penuh dengan hikmah,  didalamnya terdapat peristiwa bersejarah yang dapat memberikan semnagat dalam meningkatkan persatuan dan kebersamaan di antara umat Islam, diantaranya adalah :

1. Peristiwa Ibadah Haji.

Ibadah Haji merupakan rukun Islam kelima setahun sekali dilaksanakan pada bulan zulhijjah. Dalam ibadah haji banyak hikmah dan pelajaran yang dapat kita ambil ketika proses ibadah haji dikerjakan, yaitu :

2. Berpakaian Ihrom.

Setiap orang yang melaksanakan ibadah haji harus berpakaian ihrom, dan merupakan simbol kematian, karena kita pasti akan mati dan busana yang kita pakai hanya kain kafan yang mirif dengan kain ihrom.

Thawaf adalah mengelilingi ka’bah sebanyak 7 kali putaran, thawaf merupakan simbol perjalanan hidup manusia, bahwa kehidupan manusia hanya berputar melewati 7 hari, dimulai dari hari ahad sampai dengan hari sabtu, begitu seterusnya sampai akhir hayat.

3. Sa’i.

Sa’i adalah berjalan anata bukit shofa dan bukit marwah sebanyak 7 kali, yang di mulai dari bukit shawa dan diakhiri di bukit marwah.

Sa’i merupakan simbol kekerja keras, sebagaimana telah dicontohkan oleh siti Hajar isteri tercinta Nabiyullah Ibrahim AS yang harus mencari air untuk puteranya Ismail AS tanpa putus asa yang pada akhirnya Allah mengeluarkan Air Zamzam. Dalam konsep ajaran Islam dikatakan “ siapa yang bersungguh-sungguh maka is akan berhasil: : Man Jadda Wajada.

Wuquf adalah berdiam diri di Padang Arafah pada tanggal 9 zulhijjah.

Wuquf merupakan puncak Ibadah Haji, oleh sebab itu apapun pelaksanaan ibadah Haji tanpa melaksanakan wuquf di Padang Arafah maka tidak sah ibadah hajinya.

Wuquf di padang Arofah merupakan simbol kehidupan di padang Mahsyar. Pada ibadah  wuquf  umat manusia semuanya sama dalam pandangan Allah SWT. Tidak berguna lagi pangkjat, jabatan dan  kedudukan. Tidak ada perbedaan antara di kaya dengan si miskin, antara sang Raja dengan Rakyat biasa, antara Jenderal dengan Kopral, pada hari itu yang di nilai adalah taqwanyaa. Sebagaimana Allah SWT. Berfirman dalam surat al-Hujurat ayat 13 :

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Artinya :

( 13 )   Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

Allahu Akbar 3 x walillaahilhamdu.

Kaum muslimin wal muslimat yang berbahagia.

4. Peristiwa Ibadah Qurban.

Pada bulan zulhijjah selain ada peristiwa ibadah haji juga ada peristiwa ibadah Qurban.

Peristiwa qurban dalam sejarahnya dimuali dari Nabiyullah Ibrahim AS yang telah mendapatkan Perintah Allah melalui mimnya untuk menyembelih puteranya yang bernama Ismail AS, sebagimana dijelaskan dalam al-Qur’an surat As-Shaffat ayat 102 :

فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَىٰ فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانظُرْ مَاذَا تَرَىٰ ۚ قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ ۖ سَتَجِدُنِي إِن شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ

Artinya :

( 102 )   Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”.

Allahu Akbar 3 x walillaahilhamdu

Kaum Muslimin wal Muslimat yang dirahmati Allah.

Apabila kita memperhatikan isi ayat tersebut diatas, maka ada beberapa ibrah/pelajaran  yang dapat kita ambil dari nabiyullah Ibrahim dan Ismail AS.

1. Nabi Ibrahim AS rela mengorbankan putera tercinta demi memenuhi perintah Allah SWT. Kita sebagai hamba Allah sudah sejauhmana pengorbanan kita untuk menunaikan perintah Allah ?

Kita selaku umat Nabi Muhammad SAW sudah seperti apa pengorbanan kita untuk mencontoh dan mengamalkan sunah-sunah Rasulullah SAW ?

Kita sebagai bangsa Indonesia sudah seberapa pengorbanan untuk ibu pertiwi negeri Indonesia tercinta ini ? masihkah kita setia dengan Pancasila, masihkah kita setia dengan NKRI ? lalu apa buktinya ?

Ibadah qurban merupakan momentum yang sangat tepat untuk meningkatkan persatuan dan kebersamaan dalam membangun bangsa ini.

2. Nabi Ismail AS menerima dengan tulus perintah ayahadanya walaupun harus mengorbankan nyawanya, ini menunjukkan keteladanan seorang anak yang sholeh.

Apakah kita sudah menjadi seseorang yang sholeh ?  seorang ibu yang sholehah ? seorang bapak yang sholeh, seorang pemimpin yang sholeh ?

Karena ibu pertiwi sangat merindukan  anak-anak negeri yang sholeh dan sholehah.

Nabi Ibrahim AS dalam menjalankan perintah Allah untuk menyembelih puteranya, beliau terlebih dahulu mrlalui dialog dengan ismail puteranya. Beliau tidak melakukannya dengan cara paksa, otoriter ataupun dengan kesombongan dan keangkuhan.Hal ini menujukkan bahwa Nabi Ibrahim merupakan seorang ayah yang berjiwa demokratis, Apakah kita sudah menjadi umat Islam yang demokratis ? menjadi ayah yang demokratis ? menjadi ibu yang demokratis ?

Andaikan bangsa Indonesia yang tercinta ini semuanya mampu bersikap demokratis, niscaya kehidupan bangsa kita akan selalu aman, tentram, damai dan sejahtera lahir maupun batin.

Disaat Nabi Ibrahim menghunuskan pisaunya ke leher Ismail, Sepontan Allah menggantinya melalui Malaikat Jibril dengan seekor domba atau kambing atau gibas.

Hal tersebut memberikan pelajaran kepada kita bahwa ketulusan dalam sebuah pengorbanan akan melahirkan kebahagiaan.

Sifat-sifat binatang yang harus di potong atau dikorbankan yang ada pada diri kita seperti susah diatur, serakah, mau menang sendiri, tidak tahu diri, dan lain-lain.

Semoga Allah SWT. Senantiasa memberikan hidayahnya kepada kita, sehingga kita dapat mengambil hikmah baik dari peristiwa ibadah haji maupun dari peristiwa ibadah qurban.

Akhirnya dalam kondisi seperti ini kita banyak berharap, berusaha dan berdoa,  mudah-mudahan kita semua, para pemimpin kita, elit-elit kita, dalam berjuang tidak hanya mengutamakan kepentingan pribadi dan kelompok, tapi berjuang untuk kepentingan dan kemakmuran masyarakat, bangsa dan negara. Kendatipun perjuangan itu tidaklah mudah, memerlukan pengorbanan yang besar. Hanya orang-orang bertaqwa lah yang sanggup melaksanakan perjuangan dan pengorbanan ini dengan sebaik-baiknya.

Mudah-mudahan perayaan Idul Adha kali ini, mampu menggugah kita untuk terus bersemangat, rela berkorban demi kepentingan agama, bangsa dan negara amiin 3x ya robbal alamin.

أعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطنِ الرَّجِيْمِ. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ. إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ. وَنَفَعَنِي وَاِيِّاكُمْ بما فيه مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. وَتَقَبَّلْ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاوَتَهُ اِنّهُ هُوَ السَّمِيْعُ اْلعَلِيْمُ. فَاسْتَغْفِرُوْا اِنَّهُ هُوَاْلغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

 

KHUTBAH KEDUA

اللهُ اَكْبَرْ (3×) اللهُ اَكْبَرْ (4×) اللهُ اَكْبَرْ كبيرا وَاْلحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ الله بُكْرَةً وَ أَصْيْلاً لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَ اللهُ اَكْبَرْ اللهُ اَكْبَرْ وَللهِ اْلحَمْدُ

اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ اِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَاَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى اِلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا

اَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا اَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا اَنَّ اللهّ اَمَرَكُمْ بِاَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى اِنَّ اللهَ وَمَلآ ئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.

Akhirnya, marilah kita akhiri ibadah shalat Id kita pada pagi ini dengan sama-sama berdoa:

اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ

Ya Allah, ampunilah dosa kaum muslimin dan muslimat, mu’minin dan mu’minat, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar, Dekat dan Mengabulkan doa.

Ya Allah, tolonglah kami, sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi pertolongan. Menangkanlah kami, sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi kemenangan. Ampunilah kami, sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi pemberi ampun. Rahmatilah kami, sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi rahmat. Berilah kami rizki sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi rizki. Tunjukilah kami dan lindungilah kami dari kaum yang dzalim dan kafir.

Ya Allah, perbaikilah agama kami untuk kami, karena ia merupakan benteng bagi urusan kami. Perbaiki dunia kami untuk kami yang ia menjadi tempat hidup kami. Perbaikilah akhirat kami yang menjadi tempat kembali kami. Jadikanlah kehidupan ini sebagai tambahan bagi kami dalam setiap kebaikan dan jadikan kematian kami sebagai kebebasan bagi kami dari segala kejahatan.

Ya Allah, anugerahkan kepada kami rasa takut kepada-Mu yang membatasi antara kami dengan perbuatan maksiat kepadamu dan berikan ketaatan kepada-Mu yang mengantarkan kami ke surga-Mu dan anugerahkan pula keyakinan yang akan menyebabkan ringan bagi kami segala musibah di dunia ini. Ya Allah, anugerahkan kepada kami kenikmatan melalui pendengaran, penglihatan dan kekuatan selama kami masih hidup dan jadikanlah ia warisan bagi kami. Dan jangan Engkau jadikan musibah atas kami dalam urusan agama kami dan janganlah Engkau jadikan dunia ini cita-cita kami terbesar dan puncak dari ilmu kami dan jangan jadikan berkuasa atas kami orang-orang yang tidak mengasihi kami.

Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tak bermanfaat, dari hati yang tak khusyu dan jiwa yang tak pernah merasa puas serta dari doa yang tak didengar (Ahmad, Muslim, Nasa’I).

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ اَعِزَّ اْلاِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِين وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ اَعْدَاءَالدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتَكَ اِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ

 رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَاوَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! اِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلاِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِى اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوااللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرْ

Write a Reply or Comment