NIKMATNYA BERPUASA 11 JAM SAAT MUSIM DINGIN DI MELBOURNE

ddaaa4c2-b601-4dec-8e68-c38c0e4f008a_43

JIC – Bulan Ramadan tahun ini bertepatan dengan masuknya musim dingin di belahan bumi selatan, termasuk wilayah Australia. Bila di belahan bumi utara ibadah puasa dijalankan di tengah terik matahari, maka di Australia sebaliknya, puasa dijalankan dalam suasana musim dingin dan lama puasa hanya 11 jam.

Di Kota Melbourne, negara bagian Victoria, ibadah puasa dimulai sekitar pukul 06.00. Sementara waktu Magrib sekitar pukul 17.12, sehingga lama puasa hanya 11 jam.

detikcom dan dua media lain yang difasilitasi Australia Plus ABC International tengah berada di Melbourne dan bisa menikmati suasana menjalankan ibadah puasa di salah satu kota terbesar di Australia itu.

Namun tantangannya, puasa harus dijalankan dalam keadaan cuaca yang dingin. Di Melbourne, sangat terkenal dengan keadaan cuaca yang ‘labil’, pagi cerah, siang hujan deras dan sore angin mulai bertiup hingga dinginnya menusuk tulang.

Kondisi tubuhpun tetap harus dijaga agar tetap fit meski terus diterpa angin khas musim dingin. Apalagi, semua kegiatan di Melbourne tetap berjalan seperti biasa.

8203736b-14d3-485c-8e4f-3b00c15d49e9_43

Tidak ada pemotongan jam kerja seperti yang terjadi di Indonesia. Tidak ada tempat makan yang tutup selama puasa, semua tetap buka dan melayani tamu seperti biasa.

Godaan pasti saja lebih terasa bila dibandingkan berpuasa di Indonesia yang semuanya menjadi ‘istimewa’ saat Ramadan tiba. Tidak ada kestimewaan sedikitpun di Melbourne.

Pekerja tetap bekerja seperti biasa dan jam kerjanya pun tetap. Para atlet tetap berlatih dan bertanding seperti hari-hari sebelumnya.

Godaan lain akan sangat terasa bagi para pecinta kopi yang berpuasa. Sebagai kota yang dijuluki ‘surga kopi’, hampir setiap berjalan menyusuri jalanan Kota Melbourne akan tercium wangi aroma kopi yang diseduh para barista handal. Namun, kita hanya bisa membaui aromanya dan harus menahan diri agar tidak tergoda untuk menyeruput kopi nikmat selama berpuasa.

328355bf-b61f-47ec-a7d1-69b473550532_43

Selain itu, saat sahur juga menjadi tantangan tersendiri bagi warga muslim Melbourne. Hanya ada sedikit tempat makan yang buka saat sahur sekitar pukul 05.30, itupun tidak ada jaminan halal.

Sebagian warga muslim Melbourne akhirnya memilih untuk memasak sajian sahur sendiri. Seperti yang saya lakukan setiap paginya.

Karena harus memasak sendiri, maka harus bangun lebih pagi dan setelah sahur sudah memasuki jam berangkat kerja. Sehingga tidak ada waktu untuk kembali tidur setelah sahur.

Tidak ada keistimewaan bagi orang yang berpuasa di Melbourne. Penduduk di Melbourne tetap hidup seperti biasa, namun puasa justru menjadi terasa sangat cepat karena denyut kehidupan Kota Melbourne yang berjalan tanpa perubahan.

Bagi para pekerja dengan jam kerja yang selesai pukul 17.00, maka akan sangat nikmat. Sebabnya, sesaat setelah mereka selesai bekerja langsung memasuki waktu Maghrib.
e042819d-2bea-4a80-9066-f164a733f899_43

Restoran dan tempat makan di sepanjang pusat Kota Melbourne yang menyediakan makanan halal akan langsung dipenuhi orang yang akan berbuka. Jumlah muslim di Victoria memang tidak besar, hanya sekitar 3% dari total penduduk Victoria. Namun, tetap saja terlihat restoran yang menyediakan makanan halal akan penuh saat waktu berbuka.

Tidak ada budaya mencari takjil dan ngabuburit di Melbourne. Tidak ada pedagang kaki lima yang berjejer menjajakkan makanan khas Ramadan di sepanjang jalan kota.

winter_ramadan_6

Namun, sensasi berbeda saat menjalankan puasa justru menjadi kenikmatan tersendiri. 11 jam berlalu tanpa terasa. Puasa, udara dingin, dan tanpa suara adzan yang berkumandang dari speaker masjid menjadi pengalaman indah yang menjadi bagian kisah Ramadan seorang muslim.

Sumber ; detiknews.com

Write a Reply or Comment

11 − 2 =