ORANG BERIMAN TAKKAN GALAU HANYA KARENA BELUM MENIKAH?

Menikah

JIC – Saat ini kita banyak menemukan orang-orang yang galau karena belum menikah. Padahal galau hanya karena belum menikah bukanlah hal yang akan dirasakan orang yang beriman pada Allah dan hari akhir. Kenapa begitu? Karena orang yang beriman akan paham bahwa tugas manusia hanyalah ikhtiar, hasil ikhtiar tersebut adalah wewenang Allah. Maka, galaulah hanya jika belum maksimal berikhtiar untuk menikah. Sudah seberapa optimal ikhtiar kita untuk menikah? Tentunya ikhtiar yang diridhoi Allah yaa. Ada orang yang berikhtiar dengan menghalalkan segala cara, sekalipun cara yang tidak Allah ridhoi. Misalnya dengan berpacaran, bahkan sampai rela berzina karena diming-imingin baru akan dinikahi kalau mau berhubungan badan, na’udzubillah. Hal seperti ini janganlah dihitung sebagai ikhtiar, karena justru bisa merusak masa depan pernikahan itu sendiri. Ada juga yang mendatangi dukun, pasang susuk, pakai pelet, dianggapnya sebagai ikhtiar untuk menikah. Tidak sama sekali, hal ini bahkan jatuh pada perbuatan syirik.

Lalu ikhtiar seperti apa yang bisa dilakukan? Jika memang ingin secara islami, maka lakukanlah taaruf. Sudah seberapa banyak dan optimal kita melakukan taaruf? Tentu saja taaruf dengan cara yang benar, didampingi pihak ketiga, tidak hanya berdua-duaan, juga tidak bertaaruf dengan beberapa orang sekaligus.

Ada yang melakukan 7x taaruf sampai akhirnya menemukan jodohnya. Ada yang taaruf sampai 5 tahun karena begitu gagal, dia taaruf lagi dengan yang lain, gagal lagi, taaruf lagi dengan yang lain, sampai akhirnya menemukan pasangan hidupnya setelah 5 tahun melalui beberapa proses taaruf.

Bagaimana pun, kondisi belum menikah bukanlah aib jika kita sudah mencoba serangkaian ikhtiar. Terutama untuk para wanita yang memang cenderung pasif, sudahkah meminta bantuan orang-orang terdekat untuk mencarikan calon? Jika sudah, sisa dari ikhtiar adalah bertawakal.

Ketika kita masih galau, masih sedih, masih baperan hanya karena belum menikah, mungkin karena kita belum menyempurnakan ikhtiar dengan tawakal. Berserah diri dan yakin pada Allah bahwa Ia senantiasa memberikan yang terbaik untuk diri kita.

Sekali lagi, ranah kita bukan pada hasil, hanya sampai ikhtiar saja. Jadi, jangan baper, galau apalagi depresi hanya karena belum menikah ya! Masih banyak amalan kebaikan yang bisa kita lakukan meski tidak menikah.

Namun, ingat juga bahwa Allah tidak kan mengubah nasib suatu kaum sampai mereka sendiri mengubah apa yang ada padanya. Jadi, evaluasi dan hisablah diri sebelum Allah menghisab kita di yaumil mahsyar nanti! Sudah seberapa optimal kita berikhtiar untuk menggenapkan separuh agama?

Sumber ; ummi-online.com

Write a Reply or Comment

fourteen − five =