ORANG-ORANG UIGHUR KEPADA PEMERINTAH CINA: ‘TUNJUKKAN AYAH DAN IBU SAYA MASIH HIDUP’ (2)


JIC, JAKARTA–Kemudian, sepupu dari pesepakbola profesional, Erpat Ablekrem, memohon kepada pemerintah Cina melalui Facebook untuk membebaskannya dari “kamp konsentrasi” yang menurutnya menjadi tempat Ablekrem ditahan sejak Maret 2018.


 

Di Finlandia, aktivis Uighur, Halmurat Harri, bertanya tentang banyak sosok lainnya yang masih hilang.


Mengapa video Heyit dirilis?

Pada Sabtu (09/02), juru bicara Kementerian Luar Negeri Turki, Hami Aksoy mengatakan: “Bukan lagi rahasia bahwa lebih dari satu juta warga Turki Uighur yang ditangkap secara sewenang-wenang menjadi sasaran penyiksaan dan indoktrinasi politik di penjara”, seraya menambahkan bahwa mereka yang tidak ditahan berada “di bawah tekanan besar”.

“Pembangunan kembali kamp konsentrasi di abad 21 dan kebijakan asimilasi sistematik pemerintah Cina terhadap warga Turki Uighur adalah aib besar bagi kemanusiaan,” kata Aksoy.

Ia juga mengatakan bahwa laporan tentang kematian Heyit “semakin memperkuat reaksi publik di Turki akan pelanggaran HAM serius di Xinjiang” dan meminta Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres “untuk mengambil langkah efektif demi mengakhiri tragedi kemanusiaan” di sana.

China balas merilis pernyataan yang menyebut komentar pemerintah Turki adalah “kebohongan absurd” dan “bertolak belakang dengan fakta-fakta”.

Pada Agustus 2018, Komite PBB untul Penghapusan Diskriminasi Ras mendengar laporan-laporan kredibel bahwa Cina menahan satu juta orang Uighur dalam “pusat penanggulangan ekstremisme”.

Sejumlah organisasi pelindung HAM mengatakan orang-orang Uighur ditahan di kamp-kamp tahanan ini bukan atas kehendak mereka dan mereka tidak diperkenankan menghubungi kerabat.

Cina berulang kali membantah tudingan ini seraya menegaskan bahwa kamp-kamp itu adalah “pusat pelatihan kejuruan”.

 

sumber : BBCINDONESIA.COM

Write a Reply or Comment

2 + 17 =