ORANG YANG MENCINTAI DAN DICINTAI ALLAH SWT

JIC – Dalam agama Islam ada 3 komponen yang tak bisa dipisahkan yaitu aqidah, syariat dan tasawuf. Ketiga komponen ini menjadi dasar keislaman. Dalam kesempatan ini kami akan membahas hal yang berkenaan dengan ilmu tasawuf.  Tasawuf merupakan adab atau akhlak kepada Allah dan makhluk Allah. Manusia hidup di bumi tidak perlu memikirkan bagaimana mempercantik dan memperindah bumi sedemikian rupa, akan tetapi dengan tidak merusak bumi itu sudah merupakan akhlak  manusia terhadap bumi.

Tasawuf adalah akhlak kepada Allah dan kepada makhluk, orang yang ingin dicintai oleh Allah tentu orang tersebut harus berakhlak baik. Seseorang yang berakhlak baik niscaya ia akan dicintai oleh Allah dan makhluk. Adab terhadap Allah adalah etika seorang hamba terhadap Rabbnya yaitu dengan mengerjakan perintah-Nya dan meninggalkan larangan-Nya

Orang yang mengerjakan sunnah dalam tahapan para sufi dengan menjaga etika yang baik pada saat bekerja dan beribadah dengan standar yang bagus dan penuh kehati-hatian disebut dengan thoriqat. Menurut para ulama thariqat adalah mengikuti prilaku nabi dalam beribadah dengan standar yang tinggi. Contohnya seorang supir bertugas mengantarkan majikan ke tempat tujuan, merawat dan menjaga mobil yang dikendarai, namun supir tersebut tidak hanya mengerjakan tugas pokoknya melainkan ia melakukan pekerjaan yang di luar tugasnya. Jadi thariqat itu bagaimana kita menambah dari apa yang diwajibkan (sunnah). Sedangkan syariat adalah mengerjakan perintah Allah dan menjauhi hal-hal yang dilarang Allah SWT.

Apabila kita sebagai seorang hamba berprilaku baik dengan standar yang sempurna niscaya Allah akan mencintai kita dan kalau Allah sudah mencintai kita, Allah akan mengawasi penglihatan kita, pendengaran kita, ucapan kita, hingga tangan kita. Dalam hadits qudsi Allah sampaikan bahwa jika Aku sudah mencintainya apapun akan ku berikan.

Sesungguhnya orang yang sudah mencintai dan dicintai oleh Allah tujuan utamanya bukanlah pemberian-pemberian yang bersifat materi melainkan untuk mendapatkan kenikmatan dalam mengenal Allah SWT secara sungguh-sungguh. Bagi orang yang sudah betul-betul mengenal Allah ia dapat merasakan cinta yang sesungguhnya dan menjadi kepuasan tersendiri bagi jiwanya.

Semoga kita senantiasa dituntun oleh Allah dalam beribadah atas kecintaan kepada Allah SWT dan tergolong sebagai hamba-hamba yang mencintai dan dicintai oleh Allah SWT. Aamiin. [[email protected]@]

Sumber : Kutipan materi KH. Zulfa Musthofa dalam kajian Arkanuddin Ke-7

Write a Reply or Comment

twenty − twelve =