Palestina Peringkat Satu Negara Timteng dengan Peneliti Terbanyak dan Terproduktif

Palestina (SI ONLINE) – Allahu Akbar, meski hidup dalam kondisi terjajah karena wilayahnya dirampas oleh Zionis Israel, Palestina menempati peringkat pertama untuk kategori jumlah peneliti terbanyak dan terproduktif di antara negara-negara di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara tahun 2012.

Penilaian itu disampaikan Universitas Pennsylvania, sebuah universitas tertua di Amerika Serikat yang melakukan penelitian di Palestina melalui sebuah lembaga internasional khusus penelitian kemasyarakatan bernama Palestinian Academic Society for the Study of International Affairs (PASSIA), Senin (11/3/2013).

Palestina (SI ONLINE) – Allahu Akbar, meski hidup dalam kondisi terjajah karena wilayahnya dirampas oleh Zionis Israel, Palestina menempati peringkat pertama untuk kategori jumlah peneliti terbanyak dan terproduktif di antara negara-negara di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara tahun 2012.

Penilaian itu disampaikan Universitas Pennsylvania, sebuah universitas tertua di Amerika Serikat yang melakukan penelitian di Palestina melalui sebuah lembaga internasional khusus penelitian kemasyarakatan bernama Palestinian Academic Society for the Study of International Affairs (PASSIA), Senin (11/3/2013).

“Masyarakat Akademik Palestina yang belajar ilmu Hubungan Internasional telah menempati peringkat nomor satu dari seluruh negara-negara di Timur Tengah dan Afrika Utara,” kata Deniz Altayli, Direktur Eksekutif PASSIA kepada Maan.

Lebih lanjut Altayli menyatakan bahwa tingkat produktifitas dari para peneliti di Palestina juga menjadi terdepan di antara negara-negara tetangganya.

“Peringkat ini adalah pengakuan dari komitmen lama kami untuk mengungkapkan fakta dan data penelitian dan analisis dari para peneliti ilmu pengetahuan dan kemasyarakatan,” tambahnya.

Lebih dari 2.000 ahli, akademisi, wartawan dan aktivis telah ikut andil dalam program penenitian yang tersebar di seluruh negara di Timur Tengah dan Afrika Utara. Program tahunan yang diselenggarakan oleh Universitas Pennsylvania ini adalah yang keenam kalinya diselenggarakan.

“Sekarang kita memasuki tahun keenam semenjak tahun 2006 lalu program ini diselenggarakan” kata Dr Mahdi Abdul Hadi, salah satu pemprakarsa PASSIA di Palestina.

“Kebijakan-kebijakan  krusial pemerintah Israel terhadap Palestina juga menjadi objek penelitian dari lembaga ini, dengan melakukan interview langsung kepada para pejabat Israel serta warga Palestina,” tambah Abdul Hadi.

“Dengan demikian, ini  merupakan penghargaan dan sekaligus pengabdian yang tulus dari tim PASSIA dan dari semua orang yang berpartisipasi dalam kegiatan kami sebagai wujud nyata dukungan kami terhadap kemerdekaan Palestina,” tambahnya lagi.

Palestina  memang saat ini menjadi tujuan utama para peneliti dunia untuk mengetahui secara detail bagaimana kondisi sebenarnya wilayah tersebut. Mereka merasa penasaran dengan pemberitaan-pemberitaan oleh oleh media masa barat yang memberitakan kekejaman rakyat Palestina terhadap warga Israel.

Dengan penelitian tersebut diharapkan masyarakat internasional mengetahui secara pasti kondisi sosial rakyat Palestina sesuai dengan fakta dan data yang ada. Mereka tidak lagi tertipu dengan pemberitaan-pemberitaan media barat yang kerap tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya.

PASSIA berkedudukan di Jerussalem memiliki 7 staf yang bertugas melakukan penelitian tentang kondisi masyarakat Palestina. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa banyak dan produktifkah para akademisi di Palestina.

Write a Reply or Comment

17 + three =