PELAKSANAAN PAPARAN PENELITIAN ISRN DI JIC

JIC – Islamic Science Research Network (ISRN) dari UHAMKA menilai awal waktu Subuh dan Isya perlu dievaluasi. ISRN yang telah melakukan penelitian selama berbulan-bulan menemukan waktu Subuh yang biasa dipraktikan masyarakat Indonesia lebih awal dari waktu seharusnya. Begitu pula waktu Isya, diketahui lebih telat dari waktu seharusnya. ISRN menyampaikan fakta saintifik hasil penelitiannya ini di Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam Jakarta – Jakarta Islamic Centre (PPPIJ-JIC) pada Senin (21/8). Puluhan orang dari kalangan akademisi, ahli falakiah, peneliti, pengurus masjid dan majelis taklim menyimak paparan dari ISRN.

Wakil Kepala Badan Manajemen PPPIJ, KH. Hudrin Hasbullah, MM (tengah)Membuka Acara Pemaparan ISRN
Sekilas Mengenai Islamic Science Research Network (ISRN) dari UHAMKA
Adi Damanhuri, M.Si, Sekertaris (Kiri) Didampingi Prof. Tono Saksono, Ph.D Ketua ISRN UHAMKA (Kanan) Dalam Pemaparan
Aplikasi Temuan Data ISRN Saat Penelitian
Peserta Acara Menyimak Pemaparan yang Berlangsung di Ruang Teater Gedung Sosial Budaya Jakarta Islamic Centre

Write a Reply or Comment