PEMERINTAH CHINA PISAHKAN ANAK-ANAK MUSLIM DI XINJIANG DARI KELUARGA MEREKA (2)

JIC, XINJIANG— Otoritas China mengatakan orang-orang Uighur itu dididik di “pusat pelatihan vokasi” untuk melawan ekstremisme agama. Tapi bukti menunjukkan bahwa banyak yang ditahan hanya karena mengekspresikan keyakinan mereka – berdoa atau mengenakan kerudung – atau karena memiliki koneksi ke tempat-tempat di luar negeri seperti Turki.

Bagi para orang Uighur, pulang kampung berarti hampir pasti bakal ikut ditahan. Kontak telepon pun telah terputus — bahkan berbicara dengan kerabat di luar negeri sekarang terlalu berbahaya bagi mereka Xinjiang.

Seorang ayah yang istrinya ditahan di kampung halaman mengatakan kepada saya bahwa ia khawatir beberapa dari delapan anaknya sekarang berada dalam perawatan pemerintah China.

“Saya rasa mereka sudah dibawa ke kamp-kamp pendidikan anak,” katanya.

Map

Penelitian baru yang dilakukan atas permintaan BBC menyoroti apa yang sebenarnya terjadi pada anak-anak ini dan ribuan lainnya.

Dr Adrian Zenz adalah peneliti Jerman yang secara luas diakui sebagai orang yang mengungkap fakta seutuhnya tentang penahanan massal orang-orang dewasa Muslim China di Xinjiang.

Berdasarkan pada dokumen resmi yang terbuka untuk umum, laporannya menggambarkan dorongan ekspansi sekolah yang belum pernah terjadi sebelumnya di Xinjiang.

Kampus-kampus diperbesar, asrama-asrama baru dibangun, dan kapasitasnya meningkat dalam skala besar.

Pemerintah telah secara signifikan meningkatkan kemampuannya untuk merawat secara penuh waktu sejumlah besar anak-anak tepat di waktu yang sama saat mereka membangun kamp-kamp tahanan.

Dan tampaknya fasilitas tersebut ditargetkan pada satu kelompok etnis saja.

Grafik peningkatan pendaftaran anak-anak ke prasekolah.
Image captionGrafik menunjukkan adanya peningkatan drastis jumlah anak-anak yang mendaftar ke prasekolah di wilayah Uighur.

Hanya dalam satu tahun, pada 2017, jumlah anak yang terdaftar di taman kanak-kanak di Xinjiang meningkat lebih dari setengah juta anak. Bocah-bocah Uighur dan minoritas Muslim lainnya, menurut catatan pemerintah, mencakup lebih dari 90% kenaikan itu.

 

sumber : bbcindonesia.com

Write a Reply or Comment

18 − 6 =