PEMKAB BATANG BAKAL BANGUN ISLAMIC CENTER SENILAI RP 43,5 M

Eks pangkalan truk Banyuputih yang bakal jadi lokasi dibangunnya Islamic Center di Batang (Foto: dok. Humas Pemkab Batang)

JIC – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang berencana membangun Islamic Center senilai Rp 43,5 miliar. Gedung ini bakal dibangun di tanah milik Pemkab Batang di bekas pangkalan truk Banyuputih, Desa Petamanan, Kecamatan Banyuputih.

“Ya sudah final di situ atas kesepakatan bersama. Sudah keputusan bersama juga,” kata Bupati Batang Wihaji saat dihubungi via telepon, Senin (18/1/2021).

Dikutip dari situs jatengprov.go.id, Islamic Center di Batang ini bakal dibangun di tanah seluas 1,8 hektare. Pembangunan Islamic Center ini menggunakan anggaran APBD senilai Rp 43,5 miliar, dan pada tahap pertama ini telah dianggarkan dari APBD 2021 senilai Rp 15 miliar.

Untuk diketahui, saat ini lokasi yang bakal dibangun Islamic Center dimanfaatkan untuk warga berjualan. Wihaji mengatakan warga yang terdampak pembangunan Islamic Center bakal dipindahkan.

“Kalau masalah pangkalan truk, oke kita siapkan nanti. Terus masalah yang jualan sabar, nanti kita siapkan untuk bisa berjualan kembali,” jelasnya.

Wihaji menyebut desain Islamic Center di Batang ini bakal mengakulturasi budaya Batang dengan Islam. Akan ada ornamen tombak Abirawa yang menjadi senjata kebesaran pendiri Batang.

“Saya meyakini Islamic Center akan menjadi ramai dan menjadi salah satu pilihan favorit rest area. Selain menjadi tempat syiar Islam juga tempat wisata,” kata Wihaji.

Terpisah, Wakil Ketua DPRD Batang, Nur Faizin, mengatakan alih fungsi lahan bekas pangkalan truk di Banyuputih sudah direncanakan sejak era Bupati Yoyok Sudibyo. Penutupan lahan bekas pangkalan truk itu pun sudah dilakukan sejak 2017 lalu.

“Kalau alih fungsi lahan sudah ada sejak Pak Yoyok (Bupati Batang sebelumnya). Dulu wacananya untuk Puskesmas, Polsek dan Koramil, dan terakhir akhirnya untuk Islamic Center. Sejak Pak Yoyok ini juga pangkalan truk sudah ditutup dan tidak difungsikan,” jelas Nur Faizin.

Nur Faizin menyebut saat ini DPRD tengah menggodok anggaran pembangunan Islamic Center tersebut. Pihaknya pun sudah setuju dengan lokasi pembangunan Islamic Center tersebut.

“Anggaran sudah kita putuskan bersama untuk pembangunan gedung Islamic Center. Anggaran APBD sebesar Rp 43,5 miliar dibagi dua tahap. Tahap pertama Rp 15 miliar tahun ini. Lokasinya di bekas pangkalan truk yang sudah lama tidak digunakan,” terang Nur Faizin.

Nur mengungkap lahan bekas pangkalan truk Banyuputih itu sudah lama ditutup. Dia pun mengaku heran ketika belakangan muncul pergolakan soal pembangunan di lahan tersebut. Terlebih eksekusi lahan telah dilakukan pada Selasa (29/12/2020) lalu.

“Kita mengikuti proses sejak awal termasuk enam kali pertemuan dengan warga setempat. Setiap sosialisasi warga oke tidak ada warga yang keberatan,” tutur Nur Faizin.

“Hanya saja, setelah dieksekusi di akhir tahun kemarin justru ada beberapa warga yang keberatan. Saya sendiri heran ada apa sebenarnya. Apalagi warga yang mempunyai warung ada istilah tali asihlah,” sambungnya.

Rencana pembangunan Islamic Center ini pun disambut baik Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Batang, KH Zainul Iroqi. Dia pun tak mempermasalahkan keberadaan Islamic Center yang berdekatan dengan lokalisasi dan tempat hiburan setempat.

“Lokasi tidak masalah. Insyaallah justru nanti memberikan hidayah dengan seringnya melihat orang yang beribadah, sehingga dengan sendirinya bisa menyadarkan tanpa harus kita menyampaikan,” jelas KH Zainul Iroqi.

Sumber : news.detik.com

Jakarta Islamic Centre

Read Previous

LANTIK SEKDA BARU DKI JAKARTA, ANIES BASWEDAN: KITA MASIH MENGHADAPI SITUASI KRISIS KARENA COVID-19

Read Next

JAMINAN NABI KEPADA AHLUL QUR’AN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 × five =