PEMKAB BOGOR STUDI BANDING KE JIC

JIC – Pemerintah Kabupaten Bogor mengadakan studi banding ke Jakarta Islamic Centre dalam pengelolaan Islamic Centre di Bogor (27/02/19). Enday Zarkasyi Kabag Kesra Setda Kabupaten Bogor sebagai kepala rombongan menjelaskan “Kami mengadakan studi banding ke JIC karena lembaga ini sudah lama berdiri dan memiliki piranti dasar hukum yang jelas. JIC juga sudah mempunyai reputasi yang bagus sehingga Kabupaten Bogor bisa belajar bagaimana mengelola Islamic Center”.

Pada saat ini Kabupaten Bogor memiliki aset masjid Baitul Faizin dan Pusdai yang berdiri masing-masing. Pihak Pemerintah Kabupaten Bogor menginginkan intregrasi kedua lembaga tersebut menjadi satu sehingga lebih luas jangkuan dan lebih banyak manfaatnya bagi ummat.

Kepala Bagian Umum JIC, Sofyan Jamaluddin Saat Menerima Cindera Mata dari Pemkab Bogor

Kepala Bagian Umum Badan Manajemen JIC, Sofyan Jamaluddin menjelaskan, “Sekarang banyak lembaga Islamic Centre yang didirikan oleh pemerintah kabupaten, kota, dan Provinsi. Kami mencatat sekitar 152 Islamic Centre yang sudah berdiri. Sudah beberapa Islamic Centre mengadakan studi banding ke JIC. Mereka belajar bagaimana struktur, managemen pengelolaan, dasar hukumnya. Tentu JIC dengan senang hati berbagi pengalaman yang kami miliki. ”

Ia menambahkan, Jakarta Islamic Centre memiliki aspek kelembagaan yang lengkap, didukung dengan aspek SDM dan laporan keuangan yang jelas. Sejalan dengan hal tersebut, Ahmad Juhandi, Kepala Sekretariat Jakarta Islamic  Centre. Mengatakan,

“JIC awalnya merupakan tempat prostitusi terbesar Asia Tenggara kemudian karena adanya resistensi dari warga maka di era Gubernur Sutiyoso kawasan ini dirubah menjadi kawasan islami dengan didirikannya Jakarta Islamic Centre pusat pengembangan dan pengkajian Islam Jakarta”  jelasnya.

Kepala Sekretariat PPPIJ, Ahmad Juhandi Saat Pemaparan Mengenai Jakarta Islamic Centre

Dalam pengelolaannya, JIC menggunakan dua kewenangan. Yang pertama Sekretariat yang mengelola keuangan APBD yang diisi oleh ASN dan Badan Manajemen yang mengelola kegiatan sehari-hari yang diisi oleh para pakar dan tokoh masyarakat” tegas Juhandi.

JIC setiap hari menjadi pusat kegiatan keislaman, sosial, dan budaya warga Jakarta. Selain kegiatan yang diadakan oleh JIC sendiri tetapi banyak juga kegiatan yang diselenggarakan oleh warga seperti pernikahan, ormas Islam seperti seminar, lokakarya, munas dan lembaga lainnya. Bahkan untuk kegiatan di akhir pekan memerlukan pesan tempat harus dari jauh-jauh hari. (ZS)

Write a Reply or Comment

five − 1 =