MENEMUKAN ISLAM DI JANTUNG KOTA PARIS (PART II)

Oleh : Haerullah Fe (kepala Divisi Sosbud PPPIJ)

JIC – Diawali dengan sebuah display layar lebar seperti video digital dan colophon, sebuah keterangan di sebalah layar yang menceritakan perkembangan peradaban Islam sampai kejatuhannya. Dr. Yanik memberi gambaran perkembangan Islam secara detail, mulai kemunculannya nan jauh di Timur Tengah sampai kemudian memasuki Eropa. Sungguh sangat luar biasa, terus terang kami kagum dan sangat apresied kepada pemerintah Prancis betapa banyak peninggalan Islam yang tersimpan dengan baik. Mulai dari Al-Qur’an di zaman para tabi’in, kekhalifahan Bani Ummayah, Bani Abasyah sampai Turki Utsmani, terawat dengan baik dan masih dapat terbaca hingga kini. Belum lagi koleksi keramik, gerabah, tembikar, kotak penyimpan perhiasan dengan berbagai ornamen kaligrafi juga masih sangat baik kondisinya hingga kini, padahal umurnya sudah ribuan tahun lalu.

baju besi pasukan Utsmani

Gambar lain di dalam ruangan “De art of Islam” juga tersimpan berbagai baju peperangan di abad pertengahan, baju besi, pedang, lengkap dengan penutup kepala dan tameng selama peperangan penaklukan kota konstantinopel oleh Sultan Murad. Konon, Baju besi yang berat dengan helm kepala dan tameng pengaman tubuh ini dipakai oleh pasukan terlatih Turkey Utsmani “Janisari” yang melegenda di abad tengah.

karpet dgn corak dan motif yang berbeda

Terdapat pula karya lukis dari berbagai dinasti peradaban Islam berupa lukisan dari kulit serta karpet yang khas dengan motifnya yang cantik disajikan dengan rapi dan tidak membosankan untuk dilihat. Dan yang lebih menarik lagi adalah buku-buku di zaman para pemikir Islam masih utuh dan terjaga. Buku-buku yang tersimpan dengan baik di Museum louvre menjadi bukti betapa banyak peran dan sumbangsih intelektual Islam di masa lalu, yang hasil karyanya diboyong oleh Barat saat proses penaklukan kembali. Dan dikemudian hari buku-buku itu memberi andil bagi kemajuan intelektual Barat dan mengalami massa “Renacioens” abad pencerahan, dimana para pemikir banyak membaca dan mengupas karya-karya muslim, seperti Averous, Ibnu Sina, maupun al-Farobi.

museum Louvre

Menurut Dr. Yanik selain Museum louvre di Paris juga terdapat Perpustakaan besar yang mana perpustakaan ini mendokumentasikan buku-buku di abad pertengahan serta karya-karya klasik para pemikir Islam. Kunjungan yang ditemani oleh Dr. Yanik ini penuh warna dan tentu menambah pengetahuan lain tentang Negara pesepak bola “Frank Ribbery”. Prancis tidak hanya Negara yang identik membicarakan soal Romantisme, Mode, Wine, dan Eiffel, akan tetapi museum yang meggah yang meninggalkan sebuah kisah Peradaban Islam.

Saya teringat oleh kata-kata Imam Ali bin Abi Thalib yaitu: “Dunia ini bagaikan samudra tempat banyak ciptaan-ciptaanNya yang tenggelam. Maka jelajahilah dunia ini dengan menyebut nama Allah. Jadikan ketakutanmu pada Allah sebagai kapal-kapal yang menyelamatkanmu. Kembangkanlah keimanan sebagai layarmu, logika sebagai nahkoda perjalananmu; dan kesabaran sebagai jangkar dalam setiap badai cobaan”. Oleh sebab itu dimana pun kita bepergian semoga dapat menambah pengetahuan yang bermanfaat. [[email protected]@]

Jakarta Islamic Centre

Read Previous

PONPES ASSALAM JADI TUAN RUMAH KONFERENSI SEKOLAH ISLAM DUNIA

Read Next

LPPOM MUI PERCAYAKAN WARGA LOKAL JADI AUDITOR HALAL DI CINA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

16 − twelve =