Perwakilan Enam Agama di Prancis Tolak Debat “Islam dan Sekulerisme”

Pemuka agama yang mewakili enam agama di Prancis membuat pernyataan bersama, menentang rencana debat “Islam dan Sekulerisme” yang digagas partai Union for Popular Movement (UMP), partainya Presiden Nicolas Sarkozy.

Pemuka agama yang mewakili enam agama di Prancis membuat pernyataan bersama, menentang rencana debat “Islam dan Sekulerisme” yang digagas partai Union for Popular Movement (UMP), partainya Presiden Nicolas Sarkozy.

Para pemuka agama yang bergabung dalam “Konferensi Pemuka Agama di Prancis” itu mengingatkan pemerintah bahwa debat semacam itu bisa menimbulkan stigmatisasi terhadap umat Islam, memicu rasa saling curiga dan kebingungan di tengah masyarakat Prancis yang akan menghadapi pemilu nasional tahun depan.

Mereka menegaskan bahwa agama membuat kehidupan masyarakat menjadi harmonis. Mereka mengkritik para politisi yang memanfaatkan isu agama untuk mencari keuntungan kelompoknya.

“Apakah sebuah partai politik, bahkan jika partai itu partai mayoritas, merupakan forum yang tepat untuk mendiskusikan masalah ini,” demikian bagian isi pernyataan bersama para pemuka agama yang mewakili komunitas Katolik Roma, Muslim, Yahudi, Protestan, Kristen Ortodok dan komunitas Budha.

Mereka membentuk “Konferensi Pemuka Agama di Prancis” sejak tahun 2010 untuk mengkordinasikan pendekatan komunitas agama masing-masing dalam menangani isu-isu agama yang menjadi perdebatan publik.

Dalam pernyataan bersama mereka, Rabu (30/3), masing-masing pemimpin komunitas agama itu menyatakan dukungan mereka terhadap komunitas Muslim di Prancis.

“Kadang, menjadi seorang muslim di Prancis sangat sulit. Kesulitan itu makin makin sulit sekarang ini, di tengah iklim yang tidak sehat, diperburuk oleh permbicaraan yang cenderung memecah belah, dan bukan untuk mempersatukan,” kata Rabbi Gilles Bernheim yang mewakili komunitas Yahudi.

Sementara, pemimpin Federasi Prostestan Prancis, Pastor Claude Baty menyatakan akan bergabung dengan pemuka Muslim di Prancis, yang menyatakan memboikot debat publik yang akan digelar UMP di sebuah hotel di Paris tanggal 5 April mendatang.

Beberapa hari sebelumnya, tokoh muslim di Prancis Abdurahmane Dahmane membuat gerakan “Bintang Hijau” untuk menentang acara debat tersebut. Dahmane menyerukan komunitas Muslim di Negeri Menara Eiffel itu untuk menyematkan lambang “Bintang Hijau” sebagai simbol menentang acara debat yang akan digelar UMP.

Dahmane adalah mantan penasehat Presiden Prancis, yang oleh Sarkozy dipecat awal bulan lalu, karena dianggap menentang program-program UMP terutama yang terkait dengan Islam dan Muslim. (ln/Rts/eramuslim)

 

Write a Reply or Comment

9 − 1 =