PSBB TOTAL, ISTANA INGATKAN ANIES SOAL KOORDINASI KEMENTERIAN

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (jakarta.go.id)

Jakarta, JIC — Tenaga Ahli Kedeputian Kantor Staf Presiden Donny Gahral Adian mengingatkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan agar berkoordinasi dengan kementerian terkait readyviewed penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) total.Menurutnya, hal ini sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo agar kepala daerah dapat menginjak ‘rem’ dan ‘gas’ untuk menyeimbangkan antara urusan kesehatan dengan ekonomi.

“Keputusan PSBB itu kembali ke kepala daerah untuk menginjak rem sebijaksana mungkin. Misal dengan koordinasi dengan kementerian terkait, supaya tidak sporadis, tidak sendiri-sendiri,” ucap Donny saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (11/9).

Anies telah memutuskan untuk menerapkan kembali PSBB total pada 14 September mendatang di tengah lonjakan kasus positif covid-19 di Jakarta.

PSBB sebelumnya pernah diterapkan di awal pandemi, namun kemudian dilonggarkan melalui PSBB transisi yang telah diperpanjang lima kali.

Donny menuturkan, keputusan untuk menerapkan kembali PSBB sepenuhnya memang menjadi kewenangan kepala daerah dengan menyesuaikan data di lapangan.

Namun, menurutnya, tiap kepala daerah mesti memperhitungkan dengan matang agar kebijakan itu tidak mengganggu perekonomian. Pasalnya, perekonomian sangat bergantung pada mobilitas orang. Sementara saat PSBB, mobilitas orang akan banyak terhenti.

“Jadi bagaimana rem diinjak sebijaksana mungkin untuk mengerem angka pertumbuhan positif, tapi juga tidak berdampak buruk pada perekonomian. Ini perlu kebijaksanaan dalam pengambilan kebijakan PSBB total,” katanya.

Anies, lanjut dia, mestinya melakukan pertemuan terlebih dulu dengan kementerian-kementerian terkait untuk membahas berbagai dampak yang akan ditimbulkan akibat PSBB total.

“Paling tidak ada pertemuan dengan kementerian  terkait untuk membahas positif negatif. Kalau memang harus diberlakukan kan perlu ada antisipasi mitigasi,” tutur Donny.

“Sebaiknya memang dibicarakan bersama, sehingga tidak terkesan berjalan sendiri-sendiri,” imbuhnya.

Anies sebelumnya telah memutuskan untuk kembali menerapkan PSBB secara total dengan pertimbangan kasus positif yang terus melonjak. Ia memprediksi kapasitas rumah sakit pada 17 September mendatang akan penuh jika tidak ada penerapan PSBB.

Dalam keterangannya Rabu (9/9) malam, Anies mengaku jumlah tempat tidur di rumah sakit, obat, dan alat pelindung diri bagi tenaga kesehatan mulai terpakai habis.

Namun hal itu dibantah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang mengklaim kapasitas kesehatan hingga saat ini masih mampu menampung pasien Covid-19. Bahkan menurutnya dana pemerintah masih cukup untuk menanggung para pasien.

Ia memastikan pemerintah akan menambah kapasitas tempat tidur di rumah sakit sesuai kebutuhan.

(psp/ugo)

Sumber : cnnindonesia.com

Jakarta Islamic Centre

Read Previous

KERAP BAKAR ALQURAN, INI PROFIL KELOMPOK STRAM KURS

Read Next

ISTANA RESPONS 59 NEGARA TOLAK KEDATANGAN WNI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 × 3 =