PUASA PASUKAN ORANYE, ATUR TENAGA DAN TAKJIL GRATIS DI MASJID (2)

JIC, JAKARTA- Lain halnya dengan Sahrul (33) yang bertugas di Jalan Medan Merdeka Barat. Ia mengaku selalu meluangkan waktu untuk tarawih. Karenanya, ia berusaha lebih cepat dalam menyelesaikan pekerjaannya.

Meski harus menyelesaikan pekerjaan lebih cepat agar bisa tarawih, Sahrul mengaku hal itu tak menjadi beban. Sebab, ia sudah terbiasa dengan pekerjaan yang dilakoni selama kurang lebih 10 bulan ini.

“Sudah biasa, jadi bisa atur tenaga,” ujar Sahrul.

Pasukan Oranye, Harus Pintar Bagi Waktu dan Harapan THRPasukan oranye tetap menjalankan puasa Ramadan di tengah padatnya aktivitas membersihkan ibu kota. (ANTARA FOTO/Reno Esnir).

Kendati demikian, Sahrul mengaku sempat absen tarawih sekali, tepatnya Senin (21/5) lalu. Dia tak tarawih lantaran harus membersihkan sisa-sisa demo Himpunan Mahasiswa Islam di depan Istana Negara. Saat itu, kata Sahrul, ia dan teman-temannya yang bertugas di lokasi itu harus menunggu sampai aksi demo selesai untuk kemudian melakukan pembersihan.

“Itu kan sampai bakar ban juga ya, dan kita baru bisa bersih-bersih pas udah selesai,” ungkapnya

Sementara itu, untuk beban kerja, Sahrul mengaku lebih ringan selama Ramadan ini. Sebab, tidak banyak pedagang yang berjualan, sehingga tidak terlalu banyak sampah yang harus dibersihkan. Ia juga mengaku tak ada yang berbeda antara bekerja di Ramadan atau di bulan-bulan lainnya.

Berharap THR

Selain persoalan menunaikan ibadah di tengah bekerja, Lili maupun anggota PPSU lain juga punya harapan di bulan Ramadan ini. Dia berharap dapat Tunjahan Hari Raya (THR) seperti kebanyakan pekerja di bidang lain.

Sebetulnya, pasukan oranye dapat gaji ke-13 pada tahun lalu. Mereka menganggap gaji itu sebagai THR.

“Tahun lalu itu bukan THR sih, tapi istilahnya gaji ke-13, tapi itu THR kalau buat kita,” ujarnya.

Untuk tahun ini, Lili mengaku belum mengetahui secara pasti ada THR atau gaji ke-13 seperti tahun lalu. Dia juga berharap, gaji ke-13 itu lebih besar dari yang ia terima tahun lalu.

“Ya pengennya sih lebih besar waja,” kata Lili sembari tertawa.

Di sisi lain, Sahrul yang belum genap bekerja selama satu tahun pun mengaku berharap ada THR tahun ini. “Ya berharapnya bisa dapat THR,” ujarnya.

Meski dia sudah mendapat informasi perihal para pekerja yang belum genap satu tahun tidak akan mendapatkan THR utuh alias tidak satu kali gaji. Karena pada tahun sebelumnya, dia mendengar dari anggota PPSU lainnya, bahwa gaji ke-13 yang diterima sama semuanya, baik yang sudah setahun maupun yang belum setahun.

“Kalau tahun lalu itu katanya enggak di-bedain yang sudah satu tahun atau belum,” ucap Sahrul. (osc)

Write a Reply or Comment

9 + 19 =