Ribuan Umat Islam Berkabung Atas Wafatnya Imam Masjid di Uighur Xinjiang

Lebih dari 5.000 Muslim turun ke jalan-jalan di ibukota wilayah Xinjiang Cina barat ( dulu dikenal sebagai Turkistan timur) yang bergolak untuk berpartisipasi dalam pemakaman seorang tokoh agama Islam penting di tengah kehadiran polisi dengan jumlah besar, kata seorang pejabat masjid.

Syaikh Mahmudi (Mahemuti), imam Masjid Hantenggeli – juga dikenal sebagai Masjid Agung Gerbang Selatan – meninggal dunia pada hari Kamis lalu dan kematiannya menyebabkan kesedihan bagi umat Muslim di ibukota Urumqi, kata seorang pejabat masjid.

“Sekitar 5.000 Muslim pelayat datang ke masjid pada hari Kamis lalu untuk menghadiri pemakamannya,” kata pejabat masjid, yang mengidentifikasi dirinya hanya sebagai Gelimu, kepada AFP melalui telepon hari Minggu kemarin (19/12). Syaikh Mahemuti meninggal karena penyakit jantung, katanya.

Masjid Hantenggeli berada di pusat kerusuhan etnis antara minoritas Uighur Xinjiang dan mayoritas Han China di Urumqi pada bulan Juli 2009 yang menewaskan hampir 200 orang tewas dan 1.700 terluka, menurut laporan resmi.

Gelimu mengatakan bahwa pawai hari Kamis lalu atas berkabungnya Syaikh Mahmudi berlangsung damai dan terlihat kehadiran polisi dalam jumlah besar terutama ditujukan untuk mengatur lalu lintas pada saat jenazah mullah itu dibawa pergi untuk dimakamkan.

Menurut Pusat Informasi HAM dan demokrasi yang berbasis di Hong Kong, lebih dari 1.000 polisi bersenjata menerapkan darurat militer di pusat Urumqi di sekitar masjid setelah kematian mullah tersebut.

Syaikh Mahemuti, 74 tahun, merupakan seorang pemimpin Muslim terkemuka selama lebih dari 30 tahun dan terkenal di seluruh Xinjiang.

Polisi telah meningkatkan pengawasan terhadap kegiatan berkabung di seluruh wilayah, mereka khawatir ketegangan etnis dapat memicu kerusuhan baru.

Wilayah Xinjiang, di mana etnis Uighur telah lama bergolak di bawah kekuasaan China, telah mengalami beberapa serangan kekerasan kerusuhan dalam beberapa tahun terakhir.(fq/afp/eramuslim)

Jakarta Islamic Centre

Read Previous

Presiden Sudan Ancam Terapkan Shariah

Read Next

Dikeramatkan, Bulan Muharam Kerap “Ditakuti”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

five × 1 =