RIWAYAT MADA’IN SALEH-AL ULA, DIANGGAP TERKUTUK DAN DIJAUHI NABI

Mada’in Saleh di Arab Saudi dipercaya sebagai hunian pertama kaum Tsamud. (AFP/FAYEZ NURELDINE)
Jakarta, JIC — Beberapa waktu lalu, Mada’in Saleh dan Al Ula di Arab Saudi pernah jadi sorotan publik. Kedua nama ini merupakan nama daerah wisata yang disebut pernah dihindari oleh warga Saudi.
Bahkan dua wilayah itu diriwayatkan pernah dijauhi Nabi Muhammad.

Kota Al-Ula, tempat wisata unggulan yang dibuka pada 2019, menjadi terkenal akibat salah satu situs pemakamannya, yakni Mada’in Saleh.

Mada’in Saleh merupakan kota yang dibuat oleh Nabatean, kaum pra-Islam Arab yang juga membuat situs Petra di Jordan, dikutip dari Al Jazeera.

Menurut Pengamat Timur Tengah dari Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) Fahmi Salsabila, kedua wilayah itu dikatakan ‘berhantu.’ Bahkan, ia menuturkan Nabi Muhammad enggan berkunjung ke tempat tersebut.

“Di kawasan Al Ula dan Mada’in Saleh, kawasan yang dalam sejarahnya orang Arab sendiri jarang (pergi) ke sana. Ada kisah ketika Nabi Muhammad lewat situ. Beliau tidak mau minum dari daerah itu, bergegas untuk segera meninggalkan daerah tersebut, tanpa menoleh kanan-kiri,” ucap Fahmi saat diwawancara CNNIndonesia.com, Rabu (12/1).

“Bahkan ada yang menyebut itu kota hantu, karena tidak ada penghuni, dan juga Nabi Muhammad dikisahkan tidak mau singgah, tidak mau minum,” tuturnya lagi.

Al Ula menjadi salah satu kota yang dibangun sebagai destinasi wisata, dikutip dari Reuters. Meski demikian, kota ini dikenal sebagai tempat yang ‘berhantu.’

Fahmi menyebut beberapa masyarakat Saudi menganggap wilayah ini merupakan ‘markas’ jin yang harus dijauhi.

Wilayah Mada’in Saleh yang kini jadi warisan budaya terdaftar di UNESCO. (AFP/FAYEZ NURELDINE)
Sementara itu, profesor di Departemen Arkeologi Universitas Raja Saud, Ahmad Mohammed Al-Aboudi menuturkan, kaum pertama yang menempati Al Ula adalah Tsamud, baru disusul oleh Nabatean.
Al-Aboudi sendiri telah menghabiskan waktu 14 tahun untuk meneliti situs tersebut, dikutip dari Al Arabiya.

Di sisi lain, kisah kaum Tsamud kerap disebutkan dalam Al-Qur’an. Kekuatan bangsa Tsamud dan ukiran rumah mereka di pegunungan juga sempat disinggung dalam kitab suci ini.

Mada’in Saleh merupakan salah satu situs warisan dunia yang terdaftar dalam UNESCO. Namun, kota berumur 2.000 tahun ini dipercaya merupakan kawasan yang kena kutukan.

Mengutip Arab News, nama Mada’in Saleh terkait dengan Nabi Saleh yang disebut dalam Al-Quran sebagai “Al-Hijr”. Tempat ini digambarkan penuh dengan bebatuan dan pengunungan.

Selain itu, tempat ini disebut memiliki sumur yang menjadi sumber air minum unta betina milik Nabi Muhammad.

Menurut laman resmi UNESCO, Mada’in Saleh menyimpan 114 makam kaum Nabatean.

Meski menjadi tempat wisata, masyarakat Muslim jarang masuk ke wilayah ini. Umat Islam percaya situs ini terkutuk karena kaum Nabatean menolak meninggalkan kepercayaan mereka, dikutip dari BBC.

Selain itu, visa turis Arab Saudi sulit didapatkan oleh masyarakat non-Muslim, menjadikan warisan sejarah ini tetap terjaga.

Kaum Natabean sendiri sempat berkuasa atas Mada’in Saleh. Namun di 106 Masehi, Kekaisaran Nabatea dianeksasi oleh Romawi, menjadikan kaum itu tak lagi kuat.

Kaum ini juga disebut tak menyembah Tuhan, melainkan menyembah dewa-dewi.

Mada’in Saleh menyimpan situs Jabal Ithlib, yang dipercaya merupakan tempat suci bagi kelompok Nabatean. Kaum Nabatean juga disebut memuja Dewa Dushara, yang juga dikenal sebagai Penguasa Pegunungan, di tempat ini.

(pwn/bac)

Sumber : cnnindonesia.com

Jakarta Islamic Centre

Read Previous

ANALISIS : KENAPA ARAB SAUDI KINI MAKIN GETOL IMPOR SEKULARISASI? (2)

Read Next

BUKTI ISLAM AGAMA YANG FLEKSIBEL MENURUT PROF QURAISH SHIHAB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four + twenty =