RUSIA SIAP BERSAING UNTUK PRODUK UNGGAS HALAL DI PASAR INTERNASIONAL

JIC, Jakarta — Pasar unggas halal kini kian dilirik Pemerintah Rusia, pasalnya Rusia berencana memberi label halal pada 75 hingga 80 persen dari jumlah unggas yang diekspor pada 2020. Rencananya sebanyak 370 ribu ton akan diekspor pada 2010 mendatang.

Sementara itu, Kementerian Pertanian Rusia memperkirakan jumlah itu bernilai 400 juta dolar AS. Direktur Jenderal Pusat Internasional untuk Standarisasi dan Sertifikasi Halal, Aidar Gazizov dalam seminar KTT Internasional Agroinvest Rusia 2017 di Moskow mengatakan saat ini Rusia sedang mengembangkan ekspor ayam, terutama ke negara Muslim.

“Pusat Halal Rusia menjalin komunikasi dengan pelanggan dari negara Muslim atas rencana itu. Rusia mencoba meyakinkan produk itu menarik, baik dari segi harga dan kualitas,” kata Gazizov seperti yang dilansir dari publikasi Global Meet News, Selasa (05/12/2017).

Beberapa importir juga menyatakan tertarik melakukan diversifikasi pasokan unggas. Kebijakan itu membuat ekspor ayam halal Rusia melonjak tiga kali lipat, yakni dari 15 ribu ton (2014) menjadi 45 ribu ton (2017).

“Rusia mengekspor 125 ribu ton daging unggas per tahun. Artinya, daging halal dari negara kami hanya berkisar 30 persen dari total pasokan ekspor,” sambing dia.

Lebih lanjut, Gazizov berujar, saat mengekspor produk unggas ke negara Muslim, peternak harus mempertimbangkan selera konsumen. Sebab, konsumen Muslim cenderung suka unggas kecil dengan berat sekiar satu kilogram (kg).

Namun, sayangnya, hanya sedikit peternak Rusia memproduksi jenis unggas itu. Sebab, konsumen Rusia lebih suka ayam pedaging berbobot 2 kg.

Menanggapi hal tersebut, Pusat Halal Rusia optimistis target itu dapat tercapai. Rusia menjalin kesepakatan mengekspor unggas ke pasar Arab Saudi dan Iran. Rusia tengah berusaha membuka akses pasar ke Indonesia dan Malaysia yang menjadi lokasi tinggal 230 juta konsumen halal.

Sementara itu, Dinas Bea dan Cukai Rusia menunjukkan informasi statistik pasar ekspor utama unggas Rusia berada di kawasan Asia Pasifik. Pada periode Januari hingga Oktober 2017, kawasan Asia Pasifik menyumbang 50 persen dari total ekspor. Disebutkan bahwa sekitar 43 ribu ton unggas dikirim ke Hongkong, Vietnam, Laos, dan Thailand.

Negara-negara Teluk, bersama Afrika Utara mengimpor 30 persen hingga 35 persen dari total ekspor daging unggas Rusia dalam beberapa tahun terakir.

Pihak Pusat Halal Rusia percaya negaranya mampu menetapkan ekspor unggas halal ke Uni Eropa. Alasannya, komunitas Muslim di Eropa tumbuh pesat.

Sumber ; gomuslim.co.id

Write a Reply or Comment