SAAT CADAR JADI STIGMA, NIQAB SQUAD PILIH PAKAI MASKER

Stigma negatif terhadap cadar muncul usai aksi teror di Surabaya dan Riau. (AFP PHOTO/MOHAMMED AL-SHAIKH)

JIC, Jakarta,  — Rentetan serangan teror yang terjadi di beberapa daerah belakangan ini cukup menimbulkan berbagai kekhawatiran dan masalah baru di kalangan masyarakat. Salah satunya, muncul stigma negatif terhadap perempuan yang menggunakan cadar.

Meski demikian, seorang anggota komunitas perempuan bercadar bernama Niqab Squad, Sul (28) beranggapan kekhawatiran yang timbul di tengah masyarakat tersebut tidak berlebihan.

Menurutnya, stigma tersebut muncul atas dasar antisipasi dan ketakutan masyarakat terhadap sejumlah peristiwa teror yang terjadi belakangan ini.

Oleh sebab itu, dirinya dan teman-temannya pun berusaha memahami ketika ada stigma negatif yang dilemparkan pada dirinya.

“Biasanya kalau sudah kayak gitu, kita dianjurkan untuk memakai masker sebagai pengganti cadar. Jadi masyarakat tidak terlalu negative thinking,” ujarnya saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (17/5).

Usai Teror, Niqa Squad Usulkan Ganti Cadar Dengan MaskerMuncul kekhawatiran bagi perempuan pengguna cadar atau niqab usai rangkaian aksi teror. (CNN Indonesia/Hesti Rika)

Dari pengalamannya sendiri, Sul merasa tidak pernah mendapat perlakuan yang tidak baik dari masyarakat karena ia menggunakan cadar.

Ia hanya menyebut terkadang dilakukan pemeriksaan wajah oleh petugas keamanan saat akan masuk ke tempat-tempat tertentu seperti bandar udara.

“Paling waktu mau masuk bandara, itu kita diperiksa dulu wajahnya, dan yang memeriksa pun petugas yang perempuan. Cuma begitu saja, dilihat wajahnya, lalu sudah,” tuturnya.

Meski demikian, ia mengaku beberapa temannya yang lain sempat medapatkan tatapan sinis dari orang-orang di sekitar mereka karena menggunakan cadar, terutama pascateror bom yang terjadi dalam pekan ini.

Hari Minggu (13/5) kemarin terdapat tiga serangan bom bunuh diri yang meledak di tiga gereja di Surabaya.

Malam harinya, bom meledak di salah satu kamar di Rusunawa Wonocolo, Sidoardjo. Diduga kuat bom meledak tak sengaja saat hendak dirakit oleh pelaku. Teror bom berlanjut hari Senin (14/5), saat Markas Polrestabes Surabaya jadi sasaran bom bunuh diri. Pada hari Rabu (16/5), Mapolda Riau pun diserang oleh terduga kelompok teroris yang menyebabkan satu polisi gugur.
Selama insiden rentetan teror itu, tak jarang bermunculan kabar tentang temuan benda mencurigakan di sejumlah tempat. Beberapa di antaranya turut melibatkan perempuan bercadar.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin sempat meminta perempuan pengguna cadar memahami kondisi sebagian masyarakat saat ini yang mungkin memiliki pandangan tertentu menyusul terjadinya serangan bom bunuh diri di Surabaya, Jawa Timur selama dua hari terakhir.

“Tentu bagi pengguna cadar itu sendiri, agar betul-betul bisa memahami situasi dan lingkungannya karena sekarang sebagian masyarakat kita ada semacam keresahan atau kekhawatiran, atau mungkin bahkan kecurigaan terhadap mereka-mereka yang menggunakan cadar,” kata Lukman di kantornya, Selasa (15/5). (DAL)

 

Sumber : cnnindonesia.com

Write a Reply or Comment

thirteen − 2 =