SABAR ITU TAK ADA BATASNYA

JIC – Kata-kata sabar di dalam Alquran sangat banyak. Artinya, persoalan kesabaran dalam hidup seorang anak manusia sangatlah pentingnya. Kesabaran adalah kunci keberhasilan kehidupan. Kesabaran adalah jalan menuju kemenangan. Sangat banyak ayat dan hadist yang menguraikan tentang kesabaran dan fadhilah tentang sabar itu sendiri.

Sering orang-orang berkata “nanti habis kesabaranku” atau “sudah habis kesabaranku”. Ini adalah perkataan yang tidak patut dan keliru. Atau ada juga yang berujar dengan ungkapan bahwa “sabar itu ada batasnya”.

Ini adalah pemahaman yang keliru. Pemahaman kita bahwa sabar itu ada batasnya akan membuat kita lemah dan sulit untuk tegar menerima segala permasalahan yang sebenarnya datang dari Allah SWT. Batin kita akan merasa ‘kerdil’ dan akan cenderung lepas kontrol dengan sebuah alasan bahwa “sabar itu ada batasnya”. orang yang beranggapan bahwa sabar itu ada batasnya, akan memunculkan sifat dendam dan tidak mau menerima kenyataan.

Sabar itu adalah buah dari keikhlasan kita sebagai hamba Allah dalam menerima semua ketentuan Allah. Kita sering tidak sabar dengan kejadian yang tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan.

Kita punya rencana, Allah pun punya rencana. Yakinlah, bahwa yang akan terjadi adalah rencana Allah. Rencana Allah itu pasti baik dan indah. Kita sering kecewa, sakit hati, sedih dalam menerima sebuah ketentuan yang itu pasti adalah ketentuan Allah. Padahal kalau kita yakin dengan kuasa Allah, pasti kesabaran akan muncul di hati. Padahal bukankah kita tahu seperti firman Allah SWT dalam surah Al Baqarah ayat 286 yang mengatakan: “Allah tidak membebani seseorang sesuai dengan kesanggupannya”. Allah SWT sangat paham dengan kemampuan kita, karena Dia yang menciptakan kita, tentu Dia sangat maklum dan tahu dengan batas kemampuan kita.

Kadang kita melupakan atau terlupa, bahwa sabar itu sesungguhnya adalah perintah dari Allah SWT yang wajib kita laksanakan seperti halnya dengan kewajiban lainnya. Cuma bedanya kewajiban lain tersebut bersifat insidental dan mempunyai waktu-waktu tertentu. Sedangkan sabar wajib dilaksanakan semenjak awal kita tertimpa masalah.

Seperti yang tertera dalam firman Allah SWT dalam surah Al Kahfi ayat 7 yang artinya: “Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan bagi manusia, agar kamu menguji mereka siapakah diantara mereka yang terbaik perbuatannya”.

Dari ayat ini dapat disimpulkan bahwa untuk menjadi yang terbaik seseorang perlu diuji terlebih dahulu. Dalam kehidupan sehari-haripun kita selalu dibekali dengan ujian untuk naik kelas ketika bersekolah. Begitupun juga dengan tingkat keimanan seseorang yang kualitasnya jauh lebih besar dan lebih tinggi dibandingkan dengan sebatas kualitas prestasi dunia. Keimanan dan ketaqwaan adalah prestasi terbesar yang bisa didapatkan oleh umat manusia di hadapan Allah. Oleh karena itu, mari kita buang jauh-jauh pemikiran bahwa sabar itu ada batasnya. Allah tidak pernah memberikan batas apapun untuk kebaikan, begitu juga dengan kesabaran.

Seharusnya orang-orang yang tertimpa masalah harus bersyukur, karena bisa saja Allah sedang berencana akan menaikkan kadar keimanannya ketingkat yang lebih tinggi. Jangan anggap masalah sebagai sebuah musibah, namun anggaplah sebagai sebuah ujian dari Allah untuk meningkatkan iman kita ketingkat yang lebih tinggi. Orang-orang yang lagi tertimpa ujian, artinya Allah lagi peduli dengan dirinya, lagi “nengok” kearahnya dan lagi perhatian kepada dirinya. Karena, bukankah kita hidup ini adalah pesantrennya Allah?

Kuncinya adalah sabar. InsyaAllah sabar akan lebih meingkatkan kadar iman kita kepada Allah SWT dan sabar adalah pintu menuju kemenangan, baik kemenangan lahiriah maupun rohaniah. Bersabarlah, sesungguhnya sabar itu indah dan sabar itu tidak ada ujungnya.

Sumber : republika.co.id

Write a Reply or Comment

eighteen − twelve =