SAHABAT TERBAIK MENGAJAK KEPADA TAKWA

JIC – Sehebat dan sesempurna apapun manusia, sebagai makhluk sosial, manusia diciptakan dengan mempunyai berbagai keterbatasan, sehingga ia membutuhkan sesamanya untuk memenuhi kebutuhannya. Hubungan sesama manusia memiliki berbagai bentuk, diantaranya hubungan keluarga, kerabat, tetangga, masyarakat, dan pertemanan.

Diantara sekian banyak bentuk hubungan sesama manusia, pertemanan merupakan bentuk hubungan yang dirasa spesial. Ia terbentuk dari interaksi positif yang konsisten sehingga terbentuklah rasa nyaman dan saling percaya. Bahkan dalam taraf tertentu, hubungan ini lebih erat daripada hubungan keluarga. Terkadang seorang teman lebih dipercaya daripada keluarga, seorang sahabat lebih dicintai daripada saudara.

Namun makna seorang teman bukanlah sekedar teman makan, teman kuliah, teman nongkrong, atau teman bermain. Hanya teman sejati lah yang benar-benar memiliki makna, yang memiliki kontribusi besar dalam kehidupan kita baik di dunia terlebih di akhirat.

Allah Ta’ala, berfirman:

يٰٓأَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَأُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوبًا وَقَبَآئِلَ لِتَعَارَفُوٓا  ۚ  إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقٰىكُمْ  ۚ  إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

“Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti.” (QS. Al-Hujurat 49 ayat 13)

Pertemanan yang semakin dekat dan spesial biasa disebut sahabat. Persahabatan yang dilandasi niat ikhlas karena Allah Ta’ala adalah persahabatan terbaik. Jika persahabatan hanya dilandasi atas kepentingan bisnis semata betapa banyak persahabatan yang berganti menjadi permusuhan hanya karena nafsu ambisi diri dengan seribu kata yang penuh alibi. Jika persahabatan hanya dilandasi kepentingan politik semata betapa banyak persahabatan yang berganti menjadi pertikaian karena berbeda kepentingan

Sahabat terbaik adalah yang istiqomah mengajak kepada jalan Taqwa.
Sahabat terbaik adalah yang tak segan mengingatkan dijalan kebenaran.
Sahabat yang terbaik adalah mereka yang mengatakan cinta dengan Akhlak yang nyata.
Sahabat terbaik adalah yang tak lupa dimasa jaya.
Sahabat terbaik adalah yang mau mencari dineraka saat tak menemukan kita di surga.

Ingatlah Sabda Manusia mulia, Rasulullah Shalallaahu ‘alaihi wasalam bersabda:

“Sesungguhnya Allah pada Hari Kiamat berseru, di mana orang-orang yang saling mencintai karena keagungan-Ku? Pada hari ini akan Aku lindungi mereka dalam lindungan-Ku, pada hari yang tidak ada perlindungan, kecuali perlindungan-Ku.” (HR. Muslim)

Dari Mu’adz bin Jabal berkata, “Aku mendengar Rasulullah Shalallaahu alaihi wassalam bersabda, Allah Ta’ala berfirman, “Wajib untuk mendapatkan kecintaan-Ku orang-orang yang saling mencintai karena Aku dan yang saling berkunjung karena Aku dan yang saling berkorban karena Aku.” (HR. Ahmad).

Sahabat yang shalih bisa memberikan syafaat kepada sahabatnya sehingga akan ditarik ke surga. Hasan Al- Bashri berkata,

استكثروا من الأصدقاء المؤمنين فإن لهم شفاعة يوم القيامة

”Perbanyaklah berteman dengan orang-orang yang beriman. Karena mereka memiliki syafaat pada hari klamat.” (Ma’alimut Tanzil 4/268)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang syafaat di hari kiamat,

حتى إذا خلص المؤمنون من النار، فوالذي نفسي بيده، ما منكم من أحد بأشد مناشدة لله في استقصاء الحق من المؤمنين لله يوم القيامة لإخوانهم الذين في النار، يقولون: ربنا كانوا يصومون معنا ويصلون ويحجون، فيقال لهم: أخرجوا من عرفتم، فتحرم صورهم على النار، فيخرجون خلقا كثيرا قد أخذت النار إلى نصف ساقيه، وإلى ركبتيه، ثم يقولون: ربنا ما بقي فيها أحد ممن أمرتنا به، فيقول: ارجعوا فمن وجدتم في قلبه مثقال دينار من خير فأخرجوه، فيخرجون خلقا كثيرا، ثم يقولون: ربنا لم نذر فيها أحدا ممن أمرتنا…

Setelah orang-orang mukmin itu dibebaskan dari neraka, demi Allah, Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh kalian begitu gigih dalam memohon kepada Allah untuk memperjuangkan hak untuk saudara-saudaranya yang berada di dalam neraka pada hari kiamat. Mereka memohon: Wahai Tuhan kami, mereka itu (yang tinggal di neraka) pernah berpuasa bersama kami, shalat, dan juga haji.

Dijawab: ”Keluarkan (dari neraka) orang-orang yang kalian kenal.” Hingga wajah mereka diharamkan untuk dibakar oleh api neraka.

Para mukminin inipun mengeluarkan banyak saudaranya yang telah dibakar di neraka, ada yang dibakar sampai betisnya dan ada yang sampai lututnya.

Kemudian orang mukmin itu lapor kepada Allah, ”Ya Tuhan kami, orang yang Engkau perintahkan untuk dientaskan dari neraka, sudah tidak tersisa.”

Allah berfirman, ”Kembali lagi, keluarkanlah yang masih memiliki iman seberat dinar.”

Maka dikeluarkanlah orang mukmin banyak sekali yang disiksa di neraka. Kemudian mereka melapor, ”Wahai Tuhan kami, kami tidak meninggalkan seorangpun orang yang Engkau perintahkan untuk dientas…” (HR. Muslim no. 183).

Wallahu a’lam

Sumber : suara-islam.com

Write a Reply or Comment

8 + 16 =