SEPERTI APA KENIKMATAN SURGA ITU?

JIC – Setiap kita telah ditetapkan tempat kembalinya di akhirat nanti, baik di Surga atau pun di Neraka. Tidak ada tempat lain yang menjadi kehidupan kekal hamba, kecuali dua tempat itu.

Surga adalah tempat penuh kenikmatan yang telah Allah siapkan bagi siapa saja yang beriman di antara hamba-hambaNya. Surga adalah tempat yang disediakan bagi mereka yang menjalankan ketaatan dan menjauhi segala kemaksiatan serta larangan Allah.

Adapun Neraka adalah tempat yang dipenuhi dengan azab dan penderitaan. Allah siapkan bagi setiap hamba yang menentang perintah-perintah dan melanggar perkara-perkara yang dilarangNya.

Setiap hamba berharap kepada Allah ta’ala untuk dimasukkan ke dalam Surga. Mereka mengharapkan kenikmatan yang ada di dalamnya—kenikmatan yang tidak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah didengar oleh telinga, dan tidak pernah terbetik atau terbayang di dalam hati.

Allah menyiapkan kenikmatan yang begitu besar untuk penghuni-penghuninya. Inilah Surga yang luasnya seluas langit dan bumi. Allah ta’ala berfirman,

وَسَارِعُواْ إِلَى مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ

“Dan bergegaslah kalian menuju ampunan dari Rabb kalian dan Surga yang seluas langit dan bumi yang Allah siapkan bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Ali Imran: 134)

Penduduk Surga tidak akan pernah mendapatkan kejelekan sedikit pun di dalamnya, karena Allah telah menjadikan Surga sebagai tempat yang penuh dengan kebahagiaan dan kesenangan. Tidak ada kesedihan dan tidak ada rasa takut di sana, sebagaimana yang Allah gambarkan di dalam Al Qur-an,

 

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ أُوْلَئِكَ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ خَالِدِينَ فِيهَا جَزَاء بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, ‘Rabb kami adalah Allah’, kemudian mereka istiqamah dengannya, maka tidak ada kekhawatiran pada mereka dan tidak pula mereka bersedih hati. Mereka adalah penghuni Surga dan kekal di dalamnya, sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Al Ahqaf: 13-14)

Kebencian dan kedengkian terhadap sesama akan dicabut dari hati-hati penghuni Surga. Selain itu, mereka pun tidak akan lagi mendapati rasa lelah. Allah ta’ala berfirman,

 

إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ ادْخُلُوهَا بِسَلاَمٍ آمِنِينَ وَنَزَعْنَا مَا فِي صُدُورِهِم مِّنْ غِلٍّ إِخْوَاناً عَلَى سُرُرٍ مُّتَقَابِلِينَ لاَ يَمَسُّهُمْ فِيهَا نَصَبٌ وَمَا هُم مِّنْهَا بِمُخْرَجِينَ نَبِّئْ عِبَادِي أَنِّي أَنَا الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

“Sesungguhnya orang yang bertakwa itu berada di dalam Surga-Surga [taman-taman] dan [di dekat] mata air [yang mengalir]. [Allah pun berfirman,] ‘Masuklah ke dalamnya dengan sejahtera dan aman’. Kami lenyapkan segala rasa dendam yang ada dalam hati mereka. Mereka merasa bersaudara, duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan. Mereka tidak merasa lelah di dalamnya dan mereka tidak akan dikeluarkan darinya. Kabarkanlah kepada hamba-hambaKu bahwa Akulah yang maha pengampun lagi maha penyayang.” (QS. Al Hijr: 45-49)

Di bawah Surga, ada sungai-sungai yang mengalir—yang menjadi minuman bagi penduduk Surga. Sungai-sungai itu mengalir sesuai dengan kehendak mereka. Untuk mereka, telah disiapkan gelas-gelas agar mereka minum dengannya. Di dalam Al Qur-an, Allah ta’ala gambarkan,

مَثَلُ الْجَنَّةِ الَّتِي وُعِدَ الْمُتَّقُونَ فِيهَا أَنْهَارٌ مِّن مَّاء غَيْرِ آسِنٍ وَأَنْهَارٌ مِن لَّبَنٍ لَّمْ يَتَغَيَّرْ طَعْمُهُ وَأَنْهَارٌ مِّنْ خَمْرٍ لَّذَّةٍ لِّلشَّارِبِينَ وَأَنْهَارٌ مِّنْ عَسَلٍ مُّصَفًّى وَلَهُمْ فِيهَا مِن كُلِّ الثَّمَرَاتِ وَمَغْفِرَةٌ مِّن رَّبِّهِمْ كَمَنْ هُوَ خَالِدٌ فِي النَّارِ وَسُقُوا مَاء حَمِيماً فَقَطَّعَ أَمْعَاءهُمْ

“Perumpamaan taman Surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa: di sana ada sungai-sungai yang airnya tidak payau dan sungai-sungai khamar yang rasanya lezat bagi peminumnya serta sungai-sungai madu yang murni. Di dalamnya, mereka memperoleh segala macam buah-buahan dan ampunan dari Rabb mereka. Apakah mereka sama dengan orang yang kekal dalam Neraka yang diberi minum dengan air yang mendidih, sehingga ususnya terpotong-potong?” (QS. Muhammad: 15)

Dalam ayat yang lain, Allah menyebutkan bahwa pakaian penduduk Surga terbuat dari sutera yang sangat halus. Dihiasi dengan emas dan permata. Mereka duduk di atas dipan-dipan sambil bersandar. Bidadari-bidadari Surga telah Allah siapkan untuk menjadi pelayan-pelayan mereka. simaklah firman Allah ta’ala,

 إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي مَقَامٍ أَمِينٍ فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ يَلْبَسُونَ مِن سُندُسٍ وَإِسْتَبْرَقٍ مُّتَقَابِلِينَ كَذَلِكَ وَزَوَّجْنَاهُم بِحُورٍ عِينٍ يَدْعُونَ فِيهَا بِكُلِّ فَاكِهَةٍ آمِنِينَ

“Sungguh, orang-orang yang bertakwa berada dalam tempat yang aman. Di dalam taman-taman dan mata-mata air. Mereka memakai sutera yang halus dan sutera yang tebal. Duduk berhadap-hadapan. Demikianlah. Lalu, Kami berikan kepada mereka pasangan bidadari yang bermata indah. Di dalam Surga, mereka dapat meminta segala macam buah-buahan dengan aman dan tentram.” (QS. Ad Dukhan: 51-55)

Ketahuilah bahwa Surga bagi orang-orang yang beriman itu bertingkat-tingkat sesuai dengan amalan para penghuninya. Surga yang paling tinggi adalah Surga Firdaus. Surga ini terletak di bawah Arsy Allah subhanahu wa ta’ala. Oleh karena itu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kita memintanya. Beliau bersabda,

“Jika kalian meminta Surga, maka mintalah Surga Firdaus. Sebab Surga Firdaus adalah Surga yang paling tinggi dan paling pertengahan.” (HR. Al Bukhari dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)

Surga juga memiliki pintu-pintu yang akan dimasuki oleh penduduk Surga sesuai dengan amalan yang telah mereka usahakan di dunia. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda,

“Siapa saja yang menafkahi dua orang istri di jalan Allah, akan dipanggil dari pintu-pintu Surga. Wahai hamba-hamba Allah, ini lebih baik. Dan siapa saja yang gemar melaksanakan shalat, akan dipanggil dari pintu shalat. Siapa saja yang termasuk orang yang berjihad di jalan Allah, akan dipanggil dari pintu jihad. Siapa saja yang gemar berpuasa, akan dipanggil dari pintu Ar Rayyan. Dan siapa saja yang gemar bersedekah, akan dipanggil dari pintu sedekah.”

Abu Bakar Ash Shiddiq pun bertanya, “Ayah dan ibuku sebagai tebusanmu, wahai Rasulullah. Apakah orang-orang yang dipanggil dari pintu-pintu itu merasa takut dan akan tertimpa madharat [bahaya]? Atau, adakah orang yang dipanggil dari semua pintu Surga?”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Ya. Dan aku berharap, engkau termasuk dari mereka.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)

Allah ta’ala telah menyiapkan tenda-tenda dari permata untuk para penghuni Surga. Masing-masing mereka saling mengunjungi satu sama lain. Para penghuni Surga tidak ada kebutuhan untuk membuang hajat, baik besar atau pun kecil. Keringat mereka pun sewangi minyak kesturi. Usia mereka muda dan sebaya. Mereka tidak akan menua dan mereka kekal di dalam Surga.

Begitu banyak dalil-dalil berupa ayat-ayat Al Qur-an dan hadits-hadits Rasulullah yang menggambarkan tentang kenikmatan-kenikmatan di dalam Surga. Setelah mengetahui kenikmatan-kenikmatan yang telah Allah sediakan bagi para penghuni Surga, apakah kita tergerak untuk segera meraihnya? Mari kita sama-sama berusaha menempuh sebab-sebab untuk sampai ke Surga.

Ketahuilah, Surga itu tidak dihuni, kecuali oleh orang-orang yang bertauhid—mengesakan Allah dalam ibadahnya. Surga hanya untuk mereka yang hanya menyembah Allah. Surga adalah tempat yang disediakan untuk orang-orang yang bertauhid—orang-orang yang menghadapkan hati mereka kepada Allah dan membasahi lisan mereka dengan berzikir mengingat Allah. Surga adalah tempat untuk mereka yang hanya bersandar kepada Allah. Tidak kepada selainNya.

Berjuanglah untuk mendapatkan Surga. Jangan hanya berangan-angan tanpa usaha.

Perbaikilah tauhidmu. Jadikan Allah saja yang engkau ibadahi. Jadikan Allah saja yang engkau sembah. Jadikan Allah saja yang engkau minta. Jadikan Allah saja sebagai tujuanmu dalam doa.

Lepaskan segala ketergantungan kepada selain Allah. Tinggalkan yang selain, karena sesunggunya mereka tidak memiliki daya, walau hanya untuk mengangkat sehelai sayap nyamuk. Mereka tidak memiliki apa pun, walau hanya sehelai kulit ari biji kurma.

Berusahalah untuk meraih Surga dengan menempuh sebab-sebab dan usaha-usaha untuk sampai di sana. Sungguh, Surga itu sangat mahal. Butuh kesuungguhan dan pengorbanan untuk mendapatkannya. Surga tidak akan diperoleh dengan berleha-leha atau bersantai-santai. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat beliau—yang telah mendapat jaminan sebagai para penghuni surga—mengorbankan harta dan jiwa mereka di jalan Allah. Allah ta’ala berfirman,

إِنَّ اللّهَ اشْتَرَى مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُم بِأَنَّ لَهُمُ الجَنَّةَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللّهِ فَيَقْتُلُونَ وَيُقْتَلُونَ وَعْداً عَلَيْهِ حَقّاً فِي التَّوْرَاةِ وَالإِنجِيلِ وَالْقُرْآنِ وَمَنْ أَوْفَى بِعَهْدِهِ مِنَ اللّهِ فَاسْتَبْشِرُواْ بِبَيْعِكُمُ الَّذِي بَايَعْتُم بِهِ وَذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

“Sesungguhnya Allah membeli dari orang-orang beriman—baik diri maupun harta mereka—dengan memberikan Surga untuk mereka. Mereka berperang di jalan Allah, sehingga mereka membunuh atau terbunuh.” (QS. At Taubah: 111)

Sudahkah kita mengorbankan yang kita miliki untuk mendapatkan Surga? Atau, masihkah terlalu berat menggunakan sebagian waktu kita untuk beribadah sebagai usaha meraih Surga Allah? Apakah kita tidak tergiur dengan kenikmatan-kenikmatan di dalam Surga? Mari kita wujudkan keinginan dan cita-cita terbesar kita. Mari kita raih Surga dengan terus istiqamah beribadah hanya kepada Allah.

Semoga Allah menjadikan kita sebagai penduduk Surga Firdaus dan menjauhkan kita dari Neraka. Aamiin.

Sumber : dakwahislam.net

Jakarta Islamic Centre

Read Previous

KEDATANGAN JAMAAH PAKISTAN MENANDAI DIMULAINYA MUSIM HAJI

Read Next

KEMENAG LEPAS 299 PETUGAS HAJI ARAB SAUDI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

three × 3 =